Aku
menulis ini ketika rasa rinduku tak kuat lagi ku tahan. Aku menulis ini ketika
jemari tanganku tak kuat lagi ingin menyapamu lewat sebuah pesan singkat,
karena itu aku lebih memilih menulis daripada mengganggu kehidupanmu lagi.
Setiap
hari, setiap malam, setiap waktu, setiap aku merindukanmu, aku yakin semua akan
berakhir seiring dengan berjalannya waktu. Aku selalu membayangkan perasaanku
yang suatu saat nanti pasti akan hilang, aku selalu memimpikan lukaku akan
segera kering, dan tak ada lagi penyebab aku menangis setiap malam.
Namun……sampai kapan aku harus terus mencoba agar tak merindukanmu lagi ? Tak
mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu kemudian mencari
pengganti.:(
Aku
selalu merindukanmu, dan aku tak tahu pelukmu yang hangat itu selalu membuatku
merasa nyaman dan selalu merasa ingin pulang kearahmu, meskipun aku sadar kamu
bukan tempat pulang yang tepat untukku.
Kamu
pria yang sangat berbeda bagiku. Hampir setiap hari kamu berhasil selalu
membuat mataku kabut penuh mendung, mungkin karena aku terbiasa dengan pesan singkatmu,
terbiasa dengan sapaan lembutmu, terbiasa peluk hangatmu, dan aku terbiasa akan
hadirmu. Aku selalu merindukan masa – masa itu, aku merindukan mu. Tapi entah
denganmu -_-
Andai
kamu paham dengan ketulusan cintaku, mungkin kamu akan menjadikanku sebagai
tujuan hidupmu juga. Tapi sudahlah lupakan…..kelak kamu akan menyadarinya
sendiri.
Sekarang,
aku hanya menunggu perasaanku hilang dan menunggu lukaku kering, lalu kemudian
aku tak akan pernah merindukanmu lagi. :)
#sekedar curhatan :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar