Setahun
sudah kita menjalani cinta jarak jauh, walaupun sesekali ada masalah
kecemburuan diantara kita, aku bersyukur bisa bertahan sejauh ini.
Kampus
yang selalu kita rindukan, sabtu dan minggu jadwal perkuliahan kita (kelas
karyawan). Kita selalu mempunyai sabtu dan minggu terbaik, dua hari ini kita
selalu menghabiskan waktu bersama, pagi sampai malam kita selalu bersama
dirumah saudaramu. Inilah efek LDR, sekali bertemu aku selalu ingin berada
disampingmu. Tapi, entah mengapa sikapmu tidak seperti sikapku, rasa rindumu
tidak sedalam perasaanku. Kamu selalu cuek, acuh terhadapku, kamu sering sibuk
dengan handphonemu. Aku curiga, aku cemburu, ada apa dengan handphonemu, ada
siapa dihandphonemu ? aku berpikir dalam diam.
LDR
selalu mengundang kecemburuan. Aku selalu menunjukan rasa kecemburuanku
terhadapmu secara terang – terangan. Perasaanku mulai takut akan kehilanganmu.
Tapi perasaanku terlalu berlebihan menurutmu, kamu malah semakin cuek, sikapmu
semakin jauh berbeda. Kamu ilfil dengan sikapku ?? Tapi itu bukti kasih
sayangku sayang :( !.
Kamu
semakin aneh, kamu mungkin belum terlalu paham dengan perasaanku, karena kamu
memang tak pernah sibuk memikirkanku. Siapa sebenarnya yang selalu kamu pikirkan
? hatiku selalu bertanya begitu. Aku masih penasaran dengan handphonemu, sampai
akhirnya aku tahu siapa yang selama ini kamu pikirkan, aku tahu saat iseng
membaca messeage di handphonemu, ternyata kamu memikirkan mantanmu, kamu
berharap memiliki istri sepertinya. Ia perempuan yang cantik, baik, dan
sholehah. Tidak sepertiku ! :(
Berdosakah
jika aku menjatuhkan air mata untukmu ? aku menangis, bahkan aku menangis
didalam kelas. Sakit, Aku sakit hati. LDR yang selalu mengundang kecemburuan
kini benar – benar membuatku sangat cemburu. Kamu Jahat sayang….. :(. Lihtalah aku hanya bisa terdiam dan
membisu. Pandanglah aku yang mencintaimu begitu tulus namun kau hempaskan
begitu bulus. Seberapa tidak pentingkah aku ?? hingga kamu lebih memikirkan
orang lain! :(
Mungkin
semuanya memang salahku. Yang berharap semuanya berjalan sesuai keinginanku.
Semua jauh dari harapku selama ini. Kecemburuanku bertumbuh melebihi batas
kewajaran. Akulah yang bodoh, akulah yang bersalah.
Aku
mulai berhenti berharap, dan menghilangkan semua kecemburuanku terhadapmu.
*Sekedar
Curhatan*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar