Aku
termenung dikamar, sambil bertanya-tanya dalam hati kecilku “setiap kebersamaan
kita, apakah aku dan kamu masih punya hubungan atau tidak ? karena semua
berjalan dalam ketidakjelasan. Mungkinkah hanya aku yang menginginkan kejelasan
? mungkin memang bukanlah sosokku yang kamu inginkan:(.”
Hari-hari
kulewati dengan banyak pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang aku harapkan
? aku sedikit memberanikan diri dan bicara denganmu di pesan singkat. Aku
bertanya “Jika serius denganku mulailah
dari sekarang, jika tidak serius denganku maka pergilah dari sekarang.” Dan aku sangat terkejut membaca jawaban
darimu di pesan singkat yang penuh keraguan namun menyuruhku menunggu. Sebenarnya
bukan itu yang aku harapkan :(. Aku tidak ingin perasaan tulusku
terbuang sia-sia dengan orang yang salah.
Aku
seperti perempuan labil, yang terlihat kuat, lalu aku kembali terlihat
seperti perempuan lemah. Mengapa aku
harus repot-repot berdrama menjadi perempuan paling kuat sedunia, sementara
seluruh dunia juga tahu menunggu hal yang tak pasti itu hal terbodoh.
Sekarang
aku sadar. Kamu bisa dengan mudah melupakan segalanya. Kebersamaanku denganmu sudah
cukup menjawab semuanya. Ternyata aku bukanlah sosok yang kamu inginkan. Aku
bukan sosok yang kamu harapkan. Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah
kamu anggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu ? Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu,
namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu.
Hatiku
mulai patah……sesegera mungkin aku mengambil ponselku, dan memblokir semua yang berkaitan denganmu diponselku. Aku tidak ingin menyimpan kontak pria yang
berlama-lama mengurungku dalam ketidakjelasan, menyakitiku, lalu pergi tanpa
rasa bersalah. :)
Namun,
emosimu terpancing setelah aku memblokir semua yang berkaitan denganmu diponselku. Kamu
menarik tanganku hingga memar :), merobek bajuku:(, bahkan menendangku:(. Kejadian itu tak akan pernah aku
lupakan. :)
Lihatlah
aku yang selalu menunggumu walau tanpa ketidakjelasan, bertahan denganmu walau
tanpa kepastian, namun di indahi dengan kekerasan. :(
Jika
waktu bisa diputar ulang, aku tentu akan menolak uluran tanganmu saat menyebut
nama. Jika waktu bisa diputar ulang, aku akan menolak perkenalan kita. Jika tahu
akhir cerita kita akan sesedih ini, lebih baik aku tak memulai semua.
Aku
tak ingin tahu lagi tentangmu :(.
Maaf
untuk semua pertanyaan yang tak pernah ada jawaban, dan maaf untuk segala
perasaan yang seharusnya tak lagi ada. Saat ini kita memang berada dalam satu
titik dimana keduanya harus saling melepaskan. Tak ada yang meninggalkan lebih
dulu, hanya saja aku tidak cukup kuat untuk berjuang lebih keras lagi, makanya
aku memilih menyerah dan melepaskanmu.
#SekedarCurhatan
#NgacaprakSorangan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar