Hallo……Januari,
bulan yang cukup menyakitkan bagiku, namun belum tentu sakit bagimu. :( Dibulan ini awal terucap kata
putus. Di bulan ini awal berakhirnya
hubungan kita. Dibulan ini awal aku harus membencimu. Dibulan ini aku harus
terbiasa dengan ponselku yang sepi, tanpa kabar darimu, tanpa telpon darimu,
dan tanpa sapaan – sapaan hangat darimu. Aku harus melupakan semua tentangmu, aku
harus terbiasa dengan semua itu.
Aku
tak percaya hubungan kita akan berakhir di bulan ini. Kenangan dua bulan yang
lalu masih melekat dalam ingatanku ( ANNIVERSARY ke 2 tahun ) hubungan kita
yang membuatku cukup bahagia. Tapi entah denganmu.
Sungguh
aku tak mengerti dengan sosokmu yang seperti tak ingin mengenalku lagi. Aku
marah dengan keputusan yang cukup membuatmu bahagia, namun tidak bagiku. Aku akan selalu mengingatmu sebagai
pembelajaran bahwa aku tak akan melakukan kesalahan yang sama. Patah hati akan
sembuh dengan sendirinya. :)
Satu
bulan tanpamu masih menyisakan pedih dihatiku, hari – hariku masih terasa
kosong tanpamu, ponselku tak lagi asyik ku lihat, kamu seperti sudah tak
mengenalku lagi. Terlalu mudah untuk melupakanku. Mungkin aku sudah tak
diizinkan lagi masuk kedalam duniamu.
Okee….
Sekarang aku juga harus memaksa diriku agar terbiasa menjalani hari – hariku
tanpamu. Aku harus berakting agar tak mengenalmu lagi. Aku harus membiasakan
diri agar tak mengecek ponselku seusai bangun tidur, karna aku yakin tak akan
pernah ada sapaan hangat lagi. Aku harus melawan perasaan rinduku, aku harus
menjalani hari – hariku senormal mungkin tanpa ada bayang – bayangmu. :)
Bulan
kedua, dan bulan ketiga tanpamu aku masih bertempur melawan rasa rinduku…….
Kini,
empat bulan tanpamu. sebenarnya aku sudah terbiasa dengan kesendirian, aku
sudah terbiasa tanpa sapaan - sapaan hangatmu. Aku sudah terbiasa tanpamu. Namun dibulan ini kamu membangkitkan rasaku dengan
kehadiranmu dan dengan sapaan hangatmu lagi, sapaan itu yang membuatku cukup
jelas mengingat semua kenangan indah kita lagi, sesederhana itu aku mencintaimu
kembali. Mungkin kamu tak peduli bagaimana aku mengobati lukaku sendirian
selama empat bulan ini, aku mengubur dalam – dalam perasaan rinduku, namun
sekarang dengan mudahnya kamu membangkitkannya lagi, setelah itu kamu pergi
lagi tanpa rasa peduli dengan rasaku ini. :'(
Harusnya
kita tak perlu saling menghubungi lagi, harusnya kita tak perlu saling
mengganggu lagi jika hanya untuk menyakiti perasaanku saja.
Tenanglah…tak
usah memperhatikanku lagi. Aku bisa sendiri. Menjauhlah, saat ini aku hanya
ingin dekat – dekat dengan kesendirian saja, disana lukaku terobati. :)
Pergilah
sayang dengan rasa pengecutmu…….. aku akan baik – baik saja tanpamu. :')
#sekedarcurhatan awal
tahun penuh moment
Tidak ada komentar:
Posting Komentar