evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Kamis, 16 Juli 2015

Setelah Jalan Bersama Denganmu



Aku termenung dikamar, sambil bertanya-tanya dalam hati kecilku “setiap kebersamaan kita, apakah aku dan kamu masih punya hubungan atau tidak ? karena semua berjalan dalam ketidakjelasan. Mungkinkah hanya aku yang menginginkan kejelasan ? mungkin memang bukanlah sosokku yang kamu inginkan:(.”

Hari-hari kulewati dengan banyak pertanyaan. Apakah perasaanmu sedalam yang aku harapkan ? aku sedikit memberanikan diri dan bicara denganmu di pesan singkat. Aku bertanya “Jika serius denganku mulailah dari sekarang, jika tidak serius denganku maka pergilah dari sekarang.”  Dan aku sangat terkejut membaca jawaban darimu di pesan singkat yang penuh keraguan namun menyuruhku menunggu. Sebenarnya bukan itu yang aku harapkan :(. Aku tidak ingin perasaan tulusku terbuang sia-sia dengan orang yang salah.

Aku seperti perempuan labil, yang terlihat kuat, lalu aku kembali terlihat seperti  perempuan lemah. Mengapa aku harus repot-repot berdrama menjadi perempuan paling kuat sedunia, sementara seluruh dunia juga tahu menunggu hal yang tak pasti itu hal terbodoh. 
Sekarang aku sadar. Kamu bisa dengan mudah melupakan segalanya. Kebersamaanku denganmu sudah cukup menjawab semuanya. Ternyata aku bukanlah sosok yang kamu inginkan. Aku bukan sosok yang kamu harapkan. Menyakitkan bukan jika keberadaanku tak pernah kamu anggap meskipun aku selalu hadir dalam tatapanmu ?  Aku berusaha semampuku untuk membahagiakanmu, namun nampaknya usahaku tak begitu terlihat di matamu.

Hatiku mulai patah……sesegera mungkin aku mengambil ponselku, dan memblokir  semua yang berkaitan denganmu diponselku.  Aku tidak ingin menyimpan kontak pria yang berlama-lama mengurungku dalam ketidakjelasan, menyakitiku, lalu pergi tanpa rasa bersalah. :)

Namun, emosimu terpancing setelah aku memblokir semua yang berkaitan denganmu diponselku. Kamu menarik tanganku hingga memar :), merobek bajuku:(, bahkan menendangku:(. Kejadian itu tak akan pernah aku lupakan. :)

Lihatlah aku yang selalu menunggumu walau tanpa ketidakjelasan, bertahan denganmu walau tanpa kepastian, namun di indahi dengan kekerasan. :(

Jika waktu bisa diputar ulang, aku tentu akan menolak uluran tanganmu saat menyebut nama. Jika waktu bisa diputar ulang, aku akan menolak perkenalan kita. Jika tahu akhir cerita kita akan sesedih ini, lebih baik aku tak memulai semua. 

Aku tak ingin tahu lagi tentangmu :(.

Maaf untuk semua pertanyaan yang tak pernah ada jawaban, dan maaf untuk segala perasaan yang seharusnya tak lagi ada. Saat ini kita memang berada dalam satu titik dimana keduanya harus saling melepaskan. Tak ada yang meninggalkan lebih dulu, hanya saja aku tidak cukup kuat untuk berjuang lebih keras lagi, makanya aku memilih menyerah dan melepaskanmu.

#SekedarCurhatan #NgacaprakSorangan




Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein