evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Jumat, 06 November 2015

P E R P I S A H A N :)

Perpisahan selalu hadir disaat kita belum siap kehilangan seseorang. Saat kita masih sangat mencintai seseorang. Dan, saat kita masih membutuhkan orang itu dalam banyak hal. Kenyataan terburuk yang harus kita terima adalah orang yang kita cintai itu akan hilang, untuk sementara atau mungkin selamanya.

Setiap perpisahan pasti berawal dari pertemuan yang terencana yang telah disiapkan oleh Allah SWT.  Awalnya memang begitu indah, kita bertemu, lalu kenalan, kemudian saling memiliki rasa, setelah itu tercipta rasa suka, rasa sayang, rasa cemburu, rasa benci, dan rasa akan takut kehilangan. Namun sebenarnya  hal terburuk dari pertemuan yang belum kita duga adalah selamat tinggal yang belum terucapkan.

Saat kebahagiaan mulai terancang dengan sempurna, namun kehancuran lebih dulu menerpa dengan sempurna, perpisahanlah pada akhirnya. Sebenarnya, aku tidak pernah ingin semuanya berakhir (Semua orang juga pasti begitu). Namun, aku bisa apa ? Aku tidak bisa terus menahan dan mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi .

Dan akhirnya, perpisahan itu tiba. J

Dengan segala ketidaksiapan. Namun, aku tetap harus melepaskanmu. Aku akan kehilangan, kehilangan segalanya tentangmu, tentang kita. Saat pagi, kita tak akan lagi saling menyapa dengan lembut. Saat siang, kita tak akan saling mengingatkan lagi untuk tidak terlambat makan. Saat sore, kita tak akan lagi saling menyapa hanya untuk bercerita tentang hari hari lelah dan bahagia yang telah kita lalui hari itu. Saat malam, tak akan ada lagi sapaan hangat sebelum tidur. J

Aku berharap.

Kamu akan segera menemukan jalanmu, dan aku temukan jalanku. Kita bahagia dalam jalan kita masing-masing. Kamu berpegang pada prinsipmu, aku berpegang pada perasaanku. Kita berbeda dan memang tak harus berjalan beriringan.

Percayalah, bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Percayalah, bahwa perpisahan ini untuk membaikan hidupmu dan hidupku, bahwa setelah perpisahan ini akan ada rasa bahagia bertubi-tubi yang menghampiri kita dengan seringnya.  Aku banyak belajar darimu dan aku juga banyak mengambil pelajaran dari pertemuan yang tak singkat ini.

Aku tidak akan pernah merusak kenyamananmu, dan segala kebahagiaanmu lagi. J
Baik-baik ya :)
Semoga kita dipertemukan lagi dengan rasa cinta yang baru dan dalam situasi yang amat bahagia.

#Sekedarcurhatan

Jumat, 23 Oktober 2015

5 Hari Tanpamu

Aku kira, aku sudah berhasil melupakan segala tentangmu. Usahaku begitu keras untuk mematikan perasaan ini. Namun, tak mudah mematikan perasaan pada seseorang yang sangat aku cintai. Kamu sudah  jadi bagian dari hari-hariku,  banyak moment bersamamu. Dulu, kita yang banyak berbincang, kini jadi banyak diam. Setiap hari aku berusaha menerima kenyataan dan perubahan itu. Perubahan yang begitu berbeda membuatku sulit menerima bahwa kita tak lagi sama, dan sudah tak saling mengerti.

Saat ini, aku harus memaksa diriku untuk mengerti tentang kita, tentang perasaan cinta lama yang telah memudar, (seperti yang pernah kamu tulis di status BBM mu) aku sempat membacanya. J

Carilah kenyamananmu diluar sana, masih banyak tempat yang paling nyaman, indah dan cukup membuatmu bahagia dari ku.

Saat ini, aku memang  bukan tempat yang paling nyaman untukmu pulang J, aku akan terus memperbaiki diriku, agar hatiku menjadi tempat yang paling nyaman senyaman-nyamannya untukmu tempati kembali. dengan cinta baru yang lebih indah dan takkan pernah memudar lagi.

Tapi, jika ada tempat  yang lebih nyaman dariku, dan kamu takkan pernah kembali, tinggalah disana, dan berbahagialah bersamanya. Namun, setelah mendapatkan tempat indah jangan lupakan tempat lamamu yang sudah kumuh.





#Kamu Abadi Dalam Tulisanku#





Senin, 19 Oktober 2015

LATER

Tahukah kamu betapa menderitanya jadi seorang gadis yang hanya bisa berprasangka, hanya bisa mengira, hanya bisa menerka bagaimana perasaanmu padaku selama ini?

Aku hanya tak ingin menikmati perubahan sikapmu yang semakin dingin, membuatku semakin bertanya - tanya, membuatku semakin takut akan kehilanganmu.

Maafkan semua tulisan busukku yang cukup mengganggumu
Maafkan semua tulisan tentangmu yang amat tak penting
Maafkan semua kesalahanku.

Sungguh aku sangat menyayangimu. suatu saat kamu akan mengerti itu :) 

Bersahabatlah dengan kenyamananmu yang cukup membuatmu merasa nyaman. 




Minggu, 18 Oktober 2015

Aku Rindu :*

Aku merindukan caramu memperlakukanku seperti perempuan Sunda, memanggilku dengan panggilan "Neng” tanpa ragu.

Aku rindu semua pertanyaan yang kamu lontarkan padaku di tengah-tengah kesibukanmu.

Aku rindu caramu membalas pesanku dengan tergesa-gesa, Aku rindu bercanda dan tertawa bareng denganmu via telpon,  lalu meninggalkanku lagi untuk beberapa jam, lalu menyapaku setelah pekerjaanmu selesai. Betapa aku rindu menit-menit singkat yang aku lewati, meskipun aku harus melewati belasan jam dalam sehari, hanya untuk enam puluh menit berharga bersamamu.

Aku rindu caramu memaksaku ingin menjemputku jam 06.00 pagi agar kita berangkat ke kampus bareng, meskipun aku masih tidur di jam segitu.

Aku rindu caramu memaksaku ingin mengantarku pulang kuliah sampai rumah.

Aku rindu kamu mampu menyisihkan waktu sibukmu untuk bertemu dengan kedua orangtuaku.

Saat ini aku riiiiiiiiinnnnnnnnndddddduuuuuuuuuuu semuanya. haha



*Selamat bersahabat dengan sikap dinginmu.

Dari Evamu yang sebentar lagi terbiasa tanpa semuanya. haha 

Kamis, 24 September 2015

Terakhir Tentangnya :)



Aku tak pernah takut saat mencintaimu. Aku membiarkan rasa cintaku terus mengalir tanpa kendali. Percakapan setiap malam yang kau selipkan via BBM mampu menyeretku ke perasaan yang dulu lagi, Meskipun sering ada ucapan yang menusuk ke hati. Kamu selalu bisa membuka mataku dengan tindakanmu yang ajaib, sampai-sampai aku tak lagi paham alasan yang harus kujelaskan; mengapa aku bisa begitu menggilaimu lagi, lagi dan lagi.
 
you said: (jika kamu menikah, tidak masalah tidak mengundang aku juga) :(
Malam ini……. Yang kesekian kalinya ucapanmu begitu menusuk ke hati :(, mungkin bagimu sepele. Iya memang begitu sepele bagi kamu yang sudah tidak bisa menghargai perasaan aku lagi :). Tapi bagiku berbeda :)

Ya Tuhan, jangan sisakan lagi perasaan ini untuknya. Aku paham bukan aku yang dia inginkan. Insyaallah, sekarang aku ikhlas, aku tidak masalah kehilangannya. Aku percaya suatu hari nanti penyesalan akan menghantuinya, karena kehilangan orang yang benar – benar menyayanginya.

Dulu memang aku tersiksa tanpamu, tapi sekarang aku begitu tersiksa jika terlalu memaksakan jalan cerita ini. Aku yakin, jika memang kita berjodoh, akan ada kebetulan yang menakjubkan yang akan mempertemukan kita lagi, seperti saat pertama aku mengenal sosokmu yang super cuek tetapi begitu menakjubkan mampu membuatku jatuh cinta padamu.

Terimakasih untukmu (pria yang mampu membuatku jatuh cinta berkali-kali)
Kamu mengajarkanku bagaimana caranya bersikap dewasa. 
Mengajarkanku indahnya bersabar
Mengajarkanku cara mengungkapkan amarah. Marah yang sewajarnya, marah yang tanpa merendahkan diriku sendiri.
Semoga kamu segera mendapatkan pasangan terbaik :), dan
Semoga kamu menjadi pria yang bisa menjaga perasaan pasanganmu nanti.


 *Jika semua tak bisa seperti biasanya lagi, maka aku juga harus terbiasa tanpa semuanya lagi. Ikhlas itu menyenangkan :), asli bahagia bisa mengikhlaskan sesuatu yang memang seharusnya dilepaskan. :)


Selasa, 08 September 2015

Selamat Ulang Tahun Sayang :)

Hey ……
Apa kabarmu ? Aku sudah lama tak mengikuti beritamu, tak lagi sibuk mencarimu, ataupun diam-diam mencuri kabarmu dari akun sosial media. Beberapa lama ini, aku sengaja tak memusingkan semua tentangmu, dan berusaha tak lagi ingin tahu dengan siapa kamu chatt via bbm atau akun sosial media lainnya.

Sekarang tanggal 09 September tepat hari ulang tahunmu.
Selamat datang diumur dua puluh tiga (23) tahunmu sayang.
Selamat ulang tahun :)

Aku hanya ingin di umurmu yang semakin bertambah ini, kamu diberikan kesehatan dan umur panjang, diberikan rezeki yang cukup, semakin tumbuh jadi pribadi yang menurut pada perkataan orangtua, mencintai adikmu, mengemban tanggung jawabmu sebagai seorang kakak, dan mampu menjaga hati perempuan yang sedang bersamamu saat ini. :)

Sayang……
Tiga  tahun ini, kamu menjelma jadi apapun yang kutakutkan. Setiap mengingatmu, ada bayang-bayang masa lalu yang selalu berusaha kulawan. Namun, semakin aku berlari menjauh, semakin sosokmu terasa dekat dan nyata.

Tuh kan, setiap aku membicarakanmu pasti galau lagi.

Ah sudahlah. :'(

Selamat ulang tahun sayang :*
Ucapan sederhana ini kuketik ketika mataku telah terantuk dan harusnya aku sudah meringkuk di atas kasurku. meskipun aku sangat tau bahwa kamu tidak akan pernah membaca ini, tapi demimu aku rela  melakukan apapun walau tanpa sepengetahuanmu.
 -____-:*



#selamatulangtahunsayang
#BREAK
*Ucapan sederhana dari gadis labil, yang selalu membuatmu kesal :):*.







  

Rabu, 02 September 2015

Dibalik Rasa Ketakutanku :)



Sayang….. maafkan segala sikapku yang terlihat sangat labil, yang memiliki mood berubah – ubah setiap hari. Ketahuilah, dibalik sikapku yang aneh ini, aku sangat menyayangimu.
Aku memiliki rasa takut yang mungkin hanya dirasakan oleh ku sendiri. Aku takut jika perpisahan pada akhirnya menjadi pilihan kita. Ketakutanku semakin lengkap jika kita mulai membicarakan masalah jarak. Aku takut pada cerita akhir kita yang penuh teka-teki. Aku bahkan tak berani membayangkan jika pada akhirnya semua (terpaksa) berakhir tanpa keinginanku dan keinginanmu. :(

Sejauh ini,  kita memang terus berjuang dan melewati yang memang tak pernah kita minta untuk terjadi. Seperti takdir, dia datang bagai pencuri, tanpa laporan dan ucapan permisi datang menghampiri. Ini bukan salahku, juga bukan salahmu. Aku dan kamu sudah tahu yang harus kita hadapi, lalu pantaskah mengeluh? Tidak. Sejauh ini perjuangan kita memang tidak sia-sia, belum sia-sia (lebih tepatnya). Manusiawi jika manusia punya rasa tak yakin, karena seluruh yang terjadi di kolong langit ini memang penuh ketidakpastian.

Maafkan sikapku yang aneh sayang :)
Maafkan sikapku yang menurutmu aku tidak pernah bisa berterimakasih padamu :)

Ketahuilah, Sebenarnya cinta ini sangat tulus. Sungguh. Tak ada penuntutan yang aku lakukan, aku juga tak mengganggumu, dan aku tak menuntut kemewahan. Hanya saja jalan pikiran dan mimpi kita yang berbeda. Kukira, percakapan tentang hal itu adalah hal yang spesial bagi hubungan kita. Namun, aku salah menafsirkannya. 

Sudahlah, aku sudah malas membahas semuanya. aku pergi…..

Dibalik rasa ketakutanku, aku memiliki banyak mimpi yang indah bersamamu. Namun kini semuanya menjadi buram dan hitam. -____-


#SekedarCurhatan 



Rabu, 12 Agustus 2015

Berheti Berharap



Aku sangat tau bahwa kamu tidak akan pernah membaca ini :)
 
Sore itu
Minggu 09 agustus
Rasanya aku tak ingin jauh darimu
Saat kamu memanjakanku
Saat melihat tingkah lakumu yang manis
Dan saat melihat senyumu
Seakan senyum bahagiaku tak ingin berhenti memekar

Sayang ……
Bisakah kedekatan ini terjalin tak hanya sebentar ?
Karena aku masih bersemangat membangun keromantisan ini
Aku masih sangat ingin membuat semua ini bernilai
Hingga pada akhirnya kita bisa berada dipelaminan

Sebagai perempuan biasa
Aku hanya bisa meminta agar yang maha kuasa tidak memisahkan kita
Seperti ia memisahkanku dengan pria lainnya yang hanya singgah sebentar
Kita sudah sangat jauh melangkah, sudah banyak rintangan yang kita lalui
Karena itulah alasan sederhanaku begitu ingin memperjuangkanmu

Namun…..
Lagi-lagi semua usahaku hancur
Saat ucapanmu berhasil membuatku terdiam dan membisu.
Semua akhirnya harus seperti ini lagi
Mungkin kita memang berbeda
kamu nyaman dengan keraguanmu, dan aku begitu nyaman dengan keyakinanku

sayang…..
Hanya aku yang mencintaimu
Utamakanmu dalam setiap aktivitasku
Sebenarnya aku pun ingin diakui
Sebagai wanita yang mencintaimu tanpa henti
Namun kamu selalu meragukan rasaku

Sampai akhirnya aku sadar, kamu tak pantas ditunggu
 #berhenti berharap







Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein