evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Selasa, 12 Mei 2015

Harapan bukan Do’a(:



Seekor singa yang kasar dan mempunyai cakar yang tajam, berharap menjadi seekor kucing yang lembut. ;')

Bukan marah yang akan aku sampaikan………
Bukan benci yang yang masih tertahan……..
Hanya sisa harapan yang masih tertanam dihati……

Tuhan……dia pernah menjadi bagian dari hari – hariku, sebelum dia berubah menjadi seekor singa yang kasar.

(Tuhan, jika aku bisa meminta langsung. Aku tidak ingin perkenalanku dengannya terjadi). :'(

Aku bingung dengan sikap dan perlakuannya, sebenarnya apa yang dia inginkan dariku ? Perhatian ? Kasih sayang ? Dendam ? atau Apa ?

Apa hanya aku yang memiliki mantan sekonyol ini ? yang bersikap dingin dan berpura - pura sudah tak menyayangiku lagi, tapi masih mengatur dan melarangku ini itu. Dasar si pria penuh gengsi -_-... Hampir setiap hari jemari tangannya melukaiku. Jemari tangannya bersemangat menulis setiap kata – kata kasar yang dia kirimkan via messeage - BBM. Padahal aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa – apa lagi. ingin rasanya aku memotong semua jemari tangannya agar berhenti menulis kata – kata kasar yang dia kirimkan via BBM. (astagfirullah)

Belum lagi aku harus sering mengelus dada dengan ancaman dan paksaannya agar aku mengembalikan semua yang pernah dia berikan. Tuhan….mengapa kau ciptakan makhluk seperti itu?? (Astagfiirullah) :(. Aku juga punya perasaan. Aku punya perasaan sakit, aku juga ingin diperlakukan dengan kelembutan. Aku siap mengembalikan apa yang dia minta lagi,  dengan satu syarat yang aku berikan “setelah semuanya sudah aku kembalikan, dia harus benar – benar menjauhiku”. Dia pun menjawab “Iya”. Tapi apa ? setelah apa yang dia minta sudah aku kembalikan, jemari tangannya masih bersemangat menulis kata – kata kasar yang dia kirimkan via messeage - BBM. Dan mulutnya masih bersemangat mengeluarkan ancaman – ancaman yang membuat kupingku bosan mendengarnya.
 
Hari – hari pun berlalu dengan perlakuan yang sama. Dan aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang kasar itu.

Tuhan….bukankah berbicara kasar itu dosa ? apalagi disertai dengan ancaman, dosa besar kan ? dan apalagi tidak dimaafkan oleh orang yang bersangkutan, dosanya tidak akan diampuni olehmu. (astagfirullah)

Tuhan….Semoga rasa sakit atas penghinaan ini, kau balas dengan kekayaan untuk menyantuni dia kelak. Aku percaya engkau maha adil, akan ada orang yang menghina dia kelak, bahkan lebih dari hinaan yang dia lontarkan terhadapku, akan ada ancaman juga yang lebih mengancam hidupnya. (amiin)

Aku hanya ingin berpesan padanya, jangan pernah menyesal karena dia memperlakukan aku seperti ini. Aku tidak akan menyumpahi, berdoa pada engkau agar kau mengutuknya, tapi satu hal yang harus dia tahu; tak akan ada cinta yang sama, tak ada perhatian sekuat yang aku punya, tak akan ada sosok yang mencintainya dengan sangat sabar, kecuali aku.

Dan saat dia menyia – nyiakan itu semua, pastikan dia tuhan bahwa dia melakukan kebodohan nomor satu. Lihat saja nanti, Dibulan pertama, bulan kedua, bulan – bulan berikutnya sesaknya akan lebih parah dari sesakku. Sesakku menjadi sesalya kemudian……

Tuhan…….Aku bukan mendo’akan yang tidak baik terhadapnya, tapi lebih mengingatkan jangan meremahkan karmamu, aku percaya waktu dapat berputar kapan saja, waktu dapat menghentikan siapa dan kapan saja. Begitupun karma dapat menghancurkan siapa saja.

Aku percaya selepas masalah yang tak berujung ini, akan ada buah kebahagiaan yang manis. Amiin O:) 

Sayang…..
Terimakasih telah mengenalkanku arti sebuah kesabaran……..
Terimakasih telah membuatku tersadar bahwa cinta tak selamanya indah. Bahwa cinta bukan satu – satunya yang harus ku dapatkan dari seseorang……
Terimakasih telah mengajarkanku arti pentingnya kenyamanan :).
Silahkan berbahagia dengan yang lain, kelak kau akan sadar juga bahagianya bersamaku :).

Aku pergi membawa sisa harapan ini …………:)

Aku berharap kamu akan kembali kepelukanku dan menjadi seorang yang memperlakukanku dengan penuh kelembutan seperti dulu lagi. Amin(:

 *Sekedar Curhatan*
*Dari seorang yang merindukan kelembutanmu*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein