evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Selasa, 12 Mei 2015

Cinta Dan Kebodohan



Aku tidak peduli pada cemoohan teman – temanku tentangmu. Tak ingin tahu penilaian mereka tentang kekuranganmu. Mereka bilang kamu  pemarah, cuek, egois , senang berbicara kasar, dan seorang yang sangat pengecut. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu disegala sisi itu, kamu sempurna di mataku, kesempurnaan itu hanya  ku rasa saat kita bersama :)

Aku tidak peduli pada perkataan teman – temanku bahwa kita tak akan pernah bersama, kita tak akan pernah bersatu. Aku hanya bisa menjawab semua itu dengan senyuman kecil dan berkata “Mungkin nanti akan indah pada waktunya, biarkan kami yang menjalani ini semua, kami yang tahu yang terjadi selama ini, kalian hanya penonton setiaku saja”.  Dan ketika aku berkata seperti itu, teman - temanku hanya menggelengkan kepalanya, seakan melihat seorang temannya  yang bernasib paling buruk didunia ini. Aku sungguh tidak merasakan keburukan itu, bersamamu aku hanya merasakan kebahagiaan, kebahagiaan yang tak akan pernah dipahami oleh teman – temanku. 

Aku tidak peduli dengan hubungan kita yang semakin lama makin tak jelas ini, makin sering bertengkar, dan makin sulit untuk ku pahami. Kita sering bersama tapi seakan semakin berjarak. Aku tahu ini semua kesalahan ku, kesalahan masalalu ku. Aku tahu kesalahanku yang membuat perubahan sikapmu, dan aku tahu karena kesalahanku juga yang membuat jemari tanganmu malas menjawab semua pesan singkatku, mungkin hanya terhitung beberapa karakter saja :(.

Awalnya, aku kira kita akan berlanjut dan tak punya akhir. Aku kira kita akan berjalan beriringan sampai dipelaminan :(.

Dan awalnya, aku tidak peduli pada cemoohan negatif teman – temanku, pada status kita yang semakin hari makin berjarak, dan pada perubahan sikapmu yang semakin jauh dan smakin sulit untuk ku temukan lagi. Aku hanya peduli pada keyakinanku bahwa kamulah yang terbaik. :')

Kini, Aku menyesali kebodohanku karena tidak mendengarkan nasehat teman – temanku. Aku menyesal mengabaikan mereka yang peduli terhadapku, dan mempedulikanmu yang jelas – jelas mengabaikanku. :(

Sayang....dua tahun kamu mengurungku dalam hubungan yang ku pikir ini cinta, dua tahun kita bersama. Terima kasih untuk dua tahun yang berkesan, menyenangkan, sekaligus menciptakan ketakutan. Terima kasih untuk peluk dan kenangan yang sempat membuatku percaya bahwa ini semua cinta sejati. Terima kasih pernah membuatku tertawa walau sesaat. Terima kasih untuk segala hal yang bisa membuatku cukup bahagia. :* I LOVE YOU

Sekarang, biarkan aku pergi tanpa penjelasanmu, biarkan aku pergi dengan semua kesalahanku. Air mataku cukup sampai disini, tangisku harus reda sekarang, dan ijinkan aku memulai hidupku yang baru tanpa jeratanmu. Ini akhir perjuanganku, ini akhir kisah kita.

Tapi ingat satu hal, seseorang yang kamu abaikan dialah orang yang sangat kamu butuhkan. Suatu saat kamu akan merasakan kebodohan sama seperti yang aku lakukan ini. Kamu akan peduli dengan orang yang tidak mempedulikanmu lagi, dan kamu akan merasakan cemoohan teman – temanmu. PASTI !!!!

*Sekedar Curhatan* dari seseorang yang sangat egois mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein