Aku
tidak peduli pada cemoohan teman – temanku tentangmu. Tak ingin tahu penilaian
mereka tentang kekuranganmu. Mereka bilang kamu
pemarah, cuek, egois , senang berbicara kasar, dan seorang yang sangat
pengecut. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu disegala sisi itu, kamu
sempurna di mataku, kesempurnaan itu hanya
ku rasa saat kita bersama :).
Aku
tidak peduli pada perkataan teman – temanku bahwa kita tak akan pernah bersama,
kita tak akan pernah bersatu. Aku hanya bisa menjawab semua itu dengan senyuman
kecil dan berkata “Mungkin nanti akan indah pada waktunya, biarkan kami yang
menjalani ini semua, kami yang tahu yang terjadi selama ini, kalian hanya
penonton setiaku saja”. Dan ketika aku
berkata seperti itu, teman - temanku hanya menggelengkan kepalanya, seakan
melihat seorang temannya yang bernasib
paling buruk didunia ini. Aku sungguh tidak merasakan keburukan itu, bersamamu
aku hanya merasakan kebahagiaan, kebahagiaan yang tak akan pernah dipahami oleh
teman – temanku.
Aku
tidak peduli dengan hubungan kita yang semakin lama makin tak jelas ini, makin
sering bertengkar, dan makin sulit untuk ku pahami. Kita sering bersama tapi
seakan semakin berjarak. Aku tahu ini semua kesalahan ku, kesalahan masalalu
ku. Aku tahu kesalahanku yang membuat perubahan sikapmu, dan aku tahu karena
kesalahanku juga yang membuat jemari tanganmu malas menjawab semua pesan
singkatku, mungkin hanya terhitung beberapa karakter saja :(.
Awalnya,
aku kira kita akan berlanjut dan tak punya akhir. Aku kira kita akan berjalan
beriringan sampai dipelaminan :(.
Dan
awalnya, aku tidak peduli pada cemoohan negatif teman – temanku, pada status
kita yang semakin hari makin berjarak, dan pada perubahan sikapmu yang semakin
jauh dan smakin sulit untuk ku temukan lagi. Aku hanya peduli pada keyakinanku
bahwa kamulah yang terbaik. :')
Kini,
Aku menyesali kebodohanku karena tidak mendengarkan nasehat teman – temanku.
Aku menyesal mengabaikan mereka yang peduli terhadapku, dan mempedulikanmu yang
jelas – jelas mengabaikanku. :(
Sayang....dua
tahun kamu mengurungku dalam hubungan yang ku pikir ini cinta, dua tahun kita
bersama. Terima kasih untuk dua tahun yang
berkesan, menyenangkan, sekaligus menciptakan ketakutan. Terima kasih untuk
peluk dan kenangan yang sempat membuatku percaya bahwa ini semua cinta sejati.
Terima kasih pernah membuatku tertawa walau sesaat. Terima kasih untuk segala
hal yang bisa membuatku cukup bahagia. :* I LOVE YOU
Sekarang, biarkan aku pergi tanpa penjelasanmu, biarkan aku pergi dengan semua kesalahanku. Air mataku cukup sampai disini, tangisku harus reda sekarang, dan ijinkan aku memulai hidupku yang baru tanpa jeratanmu. Ini akhir perjuanganku, ini akhir kisah kita.
Sekarang, biarkan aku pergi tanpa penjelasanmu, biarkan aku pergi dengan semua kesalahanku. Air mataku cukup sampai disini, tangisku harus reda sekarang, dan ijinkan aku memulai hidupku yang baru tanpa jeratanmu. Ini akhir perjuanganku, ini akhir kisah kita.
Tapi ingat satu hal, seseorang yang kamu abaikan dialah orang yang sangat kamu butuhkan. Suatu saat kamu akan merasakan kebodohan sama seperti yang aku lakukan ini. Kamu akan peduli dengan orang yang tidak mempedulikanmu lagi, dan kamu akan merasakan cemoohan teman – temanmu. PASTI !!!!
*Sekedar Curhatan* dari seseorang yang sangat egois mencintaimu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar