evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Kamis, 24 September 2015

Terakhir Tentangnya :)



Aku tak pernah takut saat mencintaimu. Aku membiarkan rasa cintaku terus mengalir tanpa kendali. Percakapan setiap malam yang kau selipkan via BBM mampu menyeretku ke perasaan yang dulu lagi, Meskipun sering ada ucapan yang menusuk ke hati. Kamu selalu bisa membuka mataku dengan tindakanmu yang ajaib, sampai-sampai aku tak lagi paham alasan yang harus kujelaskan; mengapa aku bisa begitu menggilaimu lagi, lagi dan lagi.
 
you said: (jika kamu menikah, tidak masalah tidak mengundang aku juga) :(
Malam ini……. Yang kesekian kalinya ucapanmu begitu menusuk ke hati :(, mungkin bagimu sepele. Iya memang begitu sepele bagi kamu yang sudah tidak bisa menghargai perasaan aku lagi :). Tapi bagiku berbeda :)

Ya Tuhan, jangan sisakan lagi perasaan ini untuknya. Aku paham bukan aku yang dia inginkan. Insyaallah, sekarang aku ikhlas, aku tidak masalah kehilangannya. Aku percaya suatu hari nanti penyesalan akan menghantuinya, karena kehilangan orang yang benar – benar menyayanginya.

Dulu memang aku tersiksa tanpamu, tapi sekarang aku begitu tersiksa jika terlalu memaksakan jalan cerita ini. Aku yakin, jika memang kita berjodoh, akan ada kebetulan yang menakjubkan yang akan mempertemukan kita lagi, seperti saat pertama aku mengenal sosokmu yang super cuek tetapi begitu menakjubkan mampu membuatku jatuh cinta padamu.

Terimakasih untukmu (pria yang mampu membuatku jatuh cinta berkali-kali)
Kamu mengajarkanku bagaimana caranya bersikap dewasa. 
Mengajarkanku indahnya bersabar
Mengajarkanku cara mengungkapkan amarah. Marah yang sewajarnya, marah yang tanpa merendahkan diriku sendiri.
Semoga kamu segera mendapatkan pasangan terbaik :), dan
Semoga kamu menjadi pria yang bisa menjaga perasaan pasanganmu nanti.


 *Jika semua tak bisa seperti biasanya lagi, maka aku juga harus terbiasa tanpa semuanya lagi. Ikhlas itu menyenangkan :), asli bahagia bisa mengikhlaskan sesuatu yang memang seharusnya dilepaskan. :)


Selasa, 08 September 2015

Selamat Ulang Tahun Sayang :)

Hey ……
Apa kabarmu ? Aku sudah lama tak mengikuti beritamu, tak lagi sibuk mencarimu, ataupun diam-diam mencuri kabarmu dari akun sosial media. Beberapa lama ini, aku sengaja tak memusingkan semua tentangmu, dan berusaha tak lagi ingin tahu dengan siapa kamu chatt via bbm atau akun sosial media lainnya.

Sekarang tanggal 09 September tepat hari ulang tahunmu.
Selamat datang diumur dua puluh tiga (23) tahunmu sayang.
Selamat ulang tahun :)

Aku hanya ingin di umurmu yang semakin bertambah ini, kamu diberikan kesehatan dan umur panjang, diberikan rezeki yang cukup, semakin tumbuh jadi pribadi yang menurut pada perkataan orangtua, mencintai adikmu, mengemban tanggung jawabmu sebagai seorang kakak, dan mampu menjaga hati perempuan yang sedang bersamamu saat ini. :)

Sayang……
Tiga  tahun ini, kamu menjelma jadi apapun yang kutakutkan. Setiap mengingatmu, ada bayang-bayang masa lalu yang selalu berusaha kulawan. Namun, semakin aku berlari menjauh, semakin sosokmu terasa dekat dan nyata.

Tuh kan, setiap aku membicarakanmu pasti galau lagi.

Ah sudahlah. :'(

Selamat ulang tahun sayang :*
Ucapan sederhana ini kuketik ketika mataku telah terantuk dan harusnya aku sudah meringkuk di atas kasurku. meskipun aku sangat tau bahwa kamu tidak akan pernah membaca ini, tapi demimu aku rela  melakukan apapun walau tanpa sepengetahuanmu.
 -____-:*



#selamatulangtahunsayang
#BREAK
*Ucapan sederhana dari gadis labil, yang selalu membuatmu kesal :):*.







  

Rabu, 02 September 2015

Dibalik Rasa Ketakutanku :)



Sayang….. maafkan segala sikapku yang terlihat sangat labil, yang memiliki mood berubah – ubah setiap hari. Ketahuilah, dibalik sikapku yang aneh ini, aku sangat menyayangimu.
Aku memiliki rasa takut yang mungkin hanya dirasakan oleh ku sendiri. Aku takut jika perpisahan pada akhirnya menjadi pilihan kita. Ketakutanku semakin lengkap jika kita mulai membicarakan masalah jarak. Aku takut pada cerita akhir kita yang penuh teka-teki. Aku bahkan tak berani membayangkan jika pada akhirnya semua (terpaksa) berakhir tanpa keinginanku dan keinginanmu. :(

Sejauh ini,  kita memang terus berjuang dan melewati yang memang tak pernah kita minta untuk terjadi. Seperti takdir, dia datang bagai pencuri, tanpa laporan dan ucapan permisi datang menghampiri. Ini bukan salahku, juga bukan salahmu. Aku dan kamu sudah tahu yang harus kita hadapi, lalu pantaskah mengeluh? Tidak. Sejauh ini perjuangan kita memang tidak sia-sia, belum sia-sia (lebih tepatnya). Manusiawi jika manusia punya rasa tak yakin, karena seluruh yang terjadi di kolong langit ini memang penuh ketidakpastian.

Maafkan sikapku yang aneh sayang :)
Maafkan sikapku yang menurutmu aku tidak pernah bisa berterimakasih padamu :)

Ketahuilah, Sebenarnya cinta ini sangat tulus. Sungguh. Tak ada penuntutan yang aku lakukan, aku juga tak mengganggumu, dan aku tak menuntut kemewahan. Hanya saja jalan pikiran dan mimpi kita yang berbeda. Kukira, percakapan tentang hal itu adalah hal yang spesial bagi hubungan kita. Namun, aku salah menafsirkannya. 

Sudahlah, aku sudah malas membahas semuanya. aku pergi…..

Dibalik rasa ketakutanku, aku memiliki banyak mimpi yang indah bersamamu. Namun kini semuanya menjadi buram dan hitam. -____-


#SekedarCurhatan 



Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein