Awalnya
aku tak menyangka persahabatan kita akan berada di status yang lebih special. Jatuh
cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, tapi proses yang panjang itu
tidak berlaku dengan perasaan yang aku rasakan. Kamu begitu cepat membutakan
semua yang menggelapkan pandanganku tentang cinta.
Kesabaranmu
yang membuat aku kagum, kamu sabar mengajarkanku berbagai hal tentang design
grafis. Kamu tahu kan aku mudah kagum dengan kebaikan seseorang. Sekarang aku
mengagumimu. :)
Sahabat,
mungkin kamu tidak tahu ada perasaan aneh di dadaku. Seandainya kamu bisa
membaca perasaanku dan mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan
segera mencair.
Salahku
memang jika mengartikan semua kebaikanmu sebagai cinta. Aku mempercayaimu, aku
percaya kamu tidak akan menyakitiku, kamu sudah menjadi sebab semua senyum dan
tawaku. Kamu sudah menjadi bagian diriku, kamu humoris, menyenangkan, dan kamu
sangat perhatian. Hal sederhana itu yang selalu berhasil membuatku jatuh cinta
berkali – kali. Hitam dan putih selalu menjadi lebih berwarna ketika sosokmu
selalu hadir menemani ruang – ruang kosongku.
Setiap
malam kita selalu on time di depan laptop. Hehe inbok via Facebook kebiasaan kita. Kita selalu bercerita tentang mantan
kekasih, yang memang saat itu aku memiliki status hubungan dengan seorang pria yang tidak jelas statusnya, entah masih atau sudah putus. dia teman sekelas kita. Dan kamu mulai merasakan
kegalauan yang aku rasakan. Tapi kegalauanku sering kamu balas dengan candaan,
sesekali kamu mentertawakan curhatanku, dan kamu sering menasehatiku agar aku
tidak jatuh pada lubang yang sama. Aku tersenyum kecil membaca semua chatmu.
Hari
– hari pun berlalu dengan kegiatan yang sama, chat kita pun mulai berisi kata –
kata panggilan sayang, sesekali kita menyapa dengan panggilan “Honney”. Ahahaa… aku tersenyum – senyum
kecil setiap kali kamu memanggilku dengan panggilan honney. Kamu tahu ? Aku
bahagia!
Persahabatan
kita menjadi semakin mesra. Kita sering menghabiskan waktu berdua, kita sering
jalan bareng, makan bareng, dan belajar bareng. Hal yang paling aku suka saat
belajar bareng kamu sering menarik hidungku yang pesek, kamu selalu
mengabadikan wajah polosku lewat webcam laptopmu tanpa aku sadari. Kamu sedikit
jahat honney :).
Hehehe… Tapi kamu selalu membuat hari –
hariku penuh tawa.
Sepertinya
kamu mulai memiliki rasa yang sama dengan rasaku.:)
Persahabatan
kita berjalan satu bulan, Dibulan ke dua status kita menjadi pacaran. Tidak ada
yang berbeda dengan status baru kita, kita masih melakukan hal yang sama, chat
via facebook kebiasaan kita. Walaupun sesekali kita ngobrol
(vidiocall) via Skype, tapi terhambat
oleh koneksi. Hehe….
Tak
terasa status baru kita sudah berjalan satu bulan, sayang hubungan baru seumur
jagung sudah datang masalah. pria itu hadir dan mulai mengubris hubungan kita.
Dia menganggap belum putus denganku. Aku bingung honney, aku harus berbuat apa
? :(
Maafkan
aku honney.…Salahku memang tak mengakhiri dulu hubunganku dengan dia, salahku
yang tak menanyakan kejelasan status aku dan dia. Padahal dia (yang katanya
masih menganggapku kekasih) dulu selalu asyik dengan kejutekannya. Kini dia
hadir dengan penuh kemarahan. Dan kini detik – detik kehancuran sedang menunggu
hubungan kita. Kita berjuang berdua menjelaskan semua ini padanya. Dan akhirnya
aku memilihmu.
Baru
beberapa hari terror – terror iseng dari pria itu memenuhi messeage di
handphoneku, aku dipaksa memutuskan hubungan kita honey, aku dipaksa
menjauhimu. Bukan hanya terror kasar via messeage saja, tapi apapun dia lakukan
agar aku benar – benar menjauhimu. Aku merasakan kekasaran tangannya. Siksaan
bertubi – tubi ketika terror – terror itu pun menghantui setiap hari – hariku.
Aku takut…..:(
Maafkan
aku honey…. Telah membawamu ke dalam masalah yang sekonyol ini.....
Maafkan
aku, aku harus benar – benar menjauhimu, aku tidak ingin merasakan kekasaran
tangannya lagi, aku tidak ingin menyeretmu ke masalah ini lagi. Aku benar –
benar harus kehilangan manisnya dirimu. Aku harus kehilangan kita yang dulu. Aku
menyesal kenapa semua berubah menjadi seperti ini ketika aku nyaman – nyamannya
denganmu ? :(
Mungkin….
Semua memang salahku, yang menganggap semua berubah sesuai keinginanku, yang
bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari seorang sahabat. Tapi akhirnya aku
kehilangan sahabat lucuku, aku kehilangan semua candaan dan tawamu, dan aku
kehilangan status kita, sahabat dan kekasih.
Semua
telah berakhir tanpa ucapan pisah, tanpa lambaian tangan. Perjuangan kita
terhenti sampai disini.
Aku
terpukul dengan keputusanku :(. Ini bukan salahmu honey juga ini
bukan kesalahannya (Kekasih). INI
SALAHKU! :(
Kini
aku harus terbiasa melupakan candaan dan perhatianmu, seperti asap rokok yang
hilang oleh hembusan angin.
*sekedar curhatan*
*sekedar kisah*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar