evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Minggu, 10 Mei 2015

Ini Salahku! ;(



Awalnya aku tak menyangka persahabatan kita akan berada di status yang lebih special. Jatuh cinta terjadi karena proses yang cukup panjang, tapi proses yang panjang itu tidak berlaku dengan perasaan yang aku rasakan. Kamu begitu cepat membutakan semua yang menggelapkan pandanganku tentang cinta. 

Kesabaranmu yang membuat aku kagum, kamu sabar mengajarkanku berbagai hal tentang design grafis. Kamu tahu kan aku mudah kagum dengan kebaikan seseorang. Sekarang aku mengagumimu. :)

Sahabat, mungkin kamu tidak tahu ada perasaan aneh di dadaku. Seandainya kamu bisa membaca perasaanku dan mengetahui isi otakku, mungkin hatimu yang beku akan segera mencair.

Salahku memang jika mengartikan semua kebaikanmu sebagai cinta. Aku mempercayaimu, aku percaya kamu tidak akan menyakitiku, kamu sudah menjadi sebab semua senyum dan tawaku. Kamu sudah menjadi bagian diriku, kamu humoris, menyenangkan, dan kamu sangat perhatian. Hal sederhana itu yang selalu berhasil membuatku jatuh cinta berkali – kali. Hitam dan putih selalu menjadi lebih berwarna ketika sosokmu selalu hadir menemani ruang – ruang kosongku. 

Setiap malam kita selalu on time di depan laptop. Hehe inbok via Facebook kebiasaan kita. Kita selalu bercerita tentang mantan kekasih, yang memang saat itu aku memiliki status hubungan dengan seorang pria yang tidak jelas statusnya, entah masih atau sudah putus. dia teman sekelas kita. Dan kamu mulai merasakan kegalauan yang aku rasakan. Tapi kegalauanku sering kamu balas dengan candaan, sesekali kamu mentertawakan curhatanku, dan kamu sering menasehatiku agar aku tidak jatuh pada lubang yang sama. Aku tersenyum kecil membaca semua chatmu.

Hari – hari pun berlalu dengan kegiatan yang sama, chat kita pun mulai berisi kata – kata panggilan sayang, sesekali kita menyapa dengan panggilan “Honney”. Ahahaa… aku tersenyum – senyum kecil setiap kali kamu memanggilku dengan panggilan honney. Kamu tahu ? Aku bahagia!

Persahabatan kita menjadi semakin mesra. Kita sering menghabiskan waktu berdua, kita sering jalan bareng, makan bareng, dan belajar bareng. Hal yang paling aku suka saat belajar bareng kamu sering menarik hidungku yang pesek, kamu selalu mengabadikan wajah polosku lewat webcam laptopmu tanpa aku sadari. Kamu sedikit jahat honney :). Hehehe… Tapi  kamu selalu membuat hari – hariku penuh tawa. 

Sepertinya kamu mulai memiliki rasa yang sama dengan rasaku.:)

Persahabatan kita berjalan satu bulan, Dibulan ke dua status kita menjadi pacaran. Tidak ada yang berbeda dengan status baru kita, kita masih melakukan hal yang sama, chat via facebook kebiasaan kita. Walaupun sesekali kita ngobrol (vidiocall) via Skype, tapi terhambat oleh koneksi. Hehe…. 

Tak terasa status baru kita sudah berjalan satu bulan, sayang hubungan baru seumur jagung sudah datang masalah. pria itu hadir dan mulai mengubris hubungan kita. Dia menganggap belum putus denganku. Aku bingung honney, aku harus berbuat apa ? :(

Maafkan aku honney.…Salahku memang tak mengakhiri dulu hubunganku dengan dia, salahku yang tak menanyakan kejelasan status aku dan dia. Padahal dia (yang katanya masih menganggapku kekasih) dulu selalu asyik dengan kejutekannya. Kini dia hadir dengan penuh kemarahan. Dan kini detik – detik kehancuran sedang menunggu hubungan kita. Kita berjuang berdua menjelaskan semua ini padanya. Dan akhirnya aku memilihmu.

Baru beberapa hari terror – terror iseng dari pria itu memenuhi messeage di handphoneku, aku dipaksa memutuskan hubungan kita honey, aku dipaksa menjauhimu. Bukan hanya terror kasar via messeage saja, tapi apapun dia lakukan agar aku benar – benar menjauhimu. Aku merasakan kekasaran tangannya. Siksaan bertubi – tubi ketika terror – terror itu pun menghantui setiap hari – hariku. Aku takut…..:( 

Maafkan aku honey…. Telah membawamu ke dalam masalah yang sekonyol ini.....
Maafkan aku, aku harus benar – benar menjauhimu, aku tidak ingin merasakan kekasaran tangannya lagi, aku tidak ingin menyeretmu ke masalah ini lagi. Aku benar – benar harus kehilangan manisnya dirimu. Aku harus kehilangan kita yang dulu. Aku menyesal kenapa semua berubah menjadi seperti ini ketika aku nyaman – nyamannya denganmu ? :(
 
Mungkin…. Semua memang salahku, yang menganggap semua berubah sesuai keinginanku, yang bermimpi bisa menjadikanmu lebih dari seorang sahabat. Tapi akhirnya aku kehilangan sahabat lucuku, aku kehilangan semua candaan dan tawamu, dan aku kehilangan status kita, sahabat dan kekasih. 

Semua telah berakhir tanpa ucapan pisah, tanpa lambaian tangan. Perjuangan kita terhenti sampai disini. 

Aku terpukul dengan keputusanku :(. Ini bukan salahmu honey juga ini bukan kesalahannya (Kekasih). INI SALAHKU!  :(

Kini aku harus terbiasa melupakan candaan dan perhatianmu, seperti asap rokok yang hilang oleh hembusan angin.

*sekedar curhatan*
*sekedar kisah*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein