evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Jumat, 22 Mei 2015

Melawan Rindu:')



Aku menulis ini ketika rasa rinduku tak kuat lagi ku tahan. Aku menulis ini ketika jemari tanganku tak kuat lagi ingin menyapamu lewat sebuah pesan singkat, karena itu aku lebih memilih menulis daripada mengganggu kehidupanmu lagi. 

Setiap hari, setiap malam, setiap waktu, setiap aku merindukanmu, aku yakin semua akan berakhir seiring dengan berjalannya waktu. Aku selalu membayangkan perasaanku yang suatu saat nanti pasti akan hilang, aku selalu memimpikan lukaku akan segera kering, dan tak ada lagi penyebab aku menangis setiap malam. Namun……sampai kapan aku harus terus mencoba agar tak merindukanmu lagi ? Tak mudah meyakinkan diriku sendiri untuk segera melupakanmu kemudian mencari pengganti.:(

Aku selalu merindukanmu, dan aku tak tahu pelukmu yang hangat itu selalu membuatku merasa nyaman dan selalu merasa ingin pulang kearahmu, meskipun aku sadar kamu bukan tempat pulang yang tepat untukku.

Kamu pria yang sangat berbeda bagiku. Hampir setiap hari kamu berhasil selalu membuat mataku kabut penuh mendung, mungkin karena aku terbiasa dengan pesan singkatmu, terbiasa dengan sapaan lembutmu, terbiasa peluk hangatmu, dan aku terbiasa akan hadirmu. Aku selalu merindukan masa – masa itu, aku merindukan mu. Tapi entah denganmu -_- 

Andai kamu paham dengan ketulusan cintaku, mungkin kamu akan menjadikanku sebagai tujuan hidupmu juga. Tapi sudahlah lupakan…..kelak kamu akan menyadarinya sendiri.

Sekarang, aku hanya menunggu perasaanku hilang dan menunggu lukaku kering, lalu kemudian aku tak akan pernah merindukanmu lagi. :)

#sekedar curhatan :D




Minggu, 17 Mei 2015

Januari :')



Hallo……Januari, bulan yang cukup menyakitkan bagiku, namun belum tentu sakit bagimu. :(  Dibulan ini awal terucap kata putus.  Di bulan ini awal berakhirnya hubungan kita. Dibulan ini awal aku harus membencimu. Dibulan ini aku harus terbiasa dengan ponselku yang sepi, tanpa kabar darimu, tanpa telpon darimu, dan tanpa sapaan – sapaan hangat darimu. Aku harus melupakan semua tentangmu, aku harus terbiasa dengan semua itu.

Aku tak percaya hubungan kita akan berakhir di bulan ini. Kenangan dua bulan yang lalu masih melekat dalam ingatanku ( ANNIVERSARY ke 2 tahun ) hubungan kita yang membuatku cukup bahagia. Tapi entah denganmu.

Sungguh aku tak mengerti dengan sosokmu yang seperti tak ingin mengenalku lagi. Aku marah dengan keputusan yang cukup membuatmu bahagia, namun tidak bagiku.  Aku akan selalu mengingatmu sebagai pembelajaran bahwa aku tak akan melakukan kesalahan yang sama. Patah hati akan sembuh dengan sendirinya. :)

Satu bulan tanpamu masih menyisakan pedih dihatiku, hari – hariku masih terasa kosong tanpamu, ponselku tak lagi asyik ku lihat, kamu seperti sudah tak mengenalku lagi. Terlalu mudah untuk melupakanku. Mungkin aku sudah tak diizinkan lagi masuk kedalam duniamu. 

Okee…. Sekarang aku juga harus memaksa diriku agar terbiasa menjalani hari – hariku tanpamu. Aku harus berakting agar tak mengenalmu lagi. Aku harus membiasakan diri agar tak mengecek ponselku seusai bangun tidur, karna aku yakin tak akan pernah ada sapaan hangat lagi. Aku harus melawan perasaan rinduku, aku harus menjalani hari – hariku senormal mungkin tanpa ada bayang – bayangmu. :)

Bulan kedua, dan bulan ketiga tanpamu aku masih bertempur melawan rasa rinduku…….

Kini, empat bulan tanpamu. sebenarnya aku sudah terbiasa dengan kesendirian, aku sudah terbiasa tanpa sapaan - sapaan hangatmu. Aku sudah terbiasa tanpamu.  Namun dibulan ini kamu membangkitkan rasaku dengan kehadiranmu dan dengan sapaan hangatmu lagi, sapaan itu yang membuatku cukup jelas mengingat semua kenangan indah kita lagi, sesederhana itu aku mencintaimu kembali. Mungkin kamu tak peduli bagaimana aku mengobati lukaku sendirian selama empat bulan ini, aku mengubur dalam – dalam perasaan rinduku, namun sekarang dengan mudahnya kamu membangkitkannya lagi, setelah itu kamu pergi lagi tanpa rasa peduli dengan rasaku ini. :'(

Harusnya kita tak perlu saling menghubungi lagi, harusnya kita tak perlu saling mengganggu lagi jika hanya untuk menyakiti perasaanku saja. 

Tenanglah…tak usah memperhatikanku lagi. Aku bisa sendiri. Menjauhlah, saat ini aku hanya ingin dekat – dekat dengan kesendirian saja, disana lukaku terobati. :)
Pergilah sayang dengan rasa pengecutmu…….. aku akan baik – baik saja tanpamu. :')

#sekedarcurhatan awal tahun penuh moment

Selasa, 12 Mei 2015

Harapan bukan Do’a(:



Seekor singa yang kasar dan mempunyai cakar yang tajam, berharap menjadi seekor kucing yang lembut. ;')

Bukan marah yang akan aku sampaikan………
Bukan benci yang yang masih tertahan……..
Hanya sisa harapan yang masih tertanam dihati……

Tuhan……dia pernah menjadi bagian dari hari – hariku, sebelum dia berubah menjadi seekor singa yang kasar.

(Tuhan, jika aku bisa meminta langsung. Aku tidak ingin perkenalanku dengannya terjadi). :'(

Aku bingung dengan sikap dan perlakuannya, sebenarnya apa yang dia inginkan dariku ? Perhatian ? Kasih sayang ? Dendam ? atau Apa ?

Apa hanya aku yang memiliki mantan sekonyol ini ? yang bersikap dingin dan berpura - pura sudah tak menyayangiku lagi, tapi masih mengatur dan melarangku ini itu. Dasar si pria penuh gengsi -_-... Hampir setiap hari jemari tangannya melukaiku. Jemari tangannya bersemangat menulis setiap kata – kata kasar yang dia kirimkan via messeage - BBM. Padahal aku dan dia sudah tidak ada hubungan apa – apa lagi. ingin rasanya aku memotong semua jemari tangannya agar berhenti menulis kata – kata kasar yang dia kirimkan via BBM. (astagfirullah)

Belum lagi aku harus sering mengelus dada dengan ancaman dan paksaannya agar aku mengembalikan semua yang pernah dia berikan. Tuhan….mengapa kau ciptakan makhluk seperti itu?? (Astagfiirullah) :(. Aku juga punya perasaan. Aku punya perasaan sakit, aku juga ingin diperlakukan dengan kelembutan. Aku siap mengembalikan apa yang dia minta lagi,  dengan satu syarat yang aku berikan “setelah semuanya sudah aku kembalikan, dia harus benar – benar menjauhiku”. Dia pun menjawab “Iya”. Tapi apa ? setelah apa yang dia minta sudah aku kembalikan, jemari tangannya masih bersemangat menulis kata – kata kasar yang dia kirimkan via messeage - BBM. Dan mulutnya masih bersemangat mengeluarkan ancaman – ancaman yang membuat kupingku bosan mendengarnya.
 
Hari – hari pun berlalu dengan perlakuan yang sama. Dan aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang kasar itu.

Tuhan….bukankah berbicara kasar itu dosa ? apalagi disertai dengan ancaman, dosa besar kan ? dan apalagi tidak dimaafkan oleh orang yang bersangkutan, dosanya tidak akan diampuni olehmu. (astagfirullah)

Tuhan….Semoga rasa sakit atas penghinaan ini, kau balas dengan kekayaan untuk menyantuni dia kelak. Aku percaya engkau maha adil, akan ada orang yang menghina dia kelak, bahkan lebih dari hinaan yang dia lontarkan terhadapku, akan ada ancaman juga yang lebih mengancam hidupnya. (amiin)

Aku hanya ingin berpesan padanya, jangan pernah menyesal karena dia memperlakukan aku seperti ini. Aku tidak akan menyumpahi, berdoa pada engkau agar kau mengutuknya, tapi satu hal yang harus dia tahu; tak akan ada cinta yang sama, tak ada perhatian sekuat yang aku punya, tak akan ada sosok yang mencintainya dengan sangat sabar, kecuali aku.

Dan saat dia menyia – nyiakan itu semua, pastikan dia tuhan bahwa dia melakukan kebodohan nomor satu. Lihat saja nanti, Dibulan pertama, bulan kedua, bulan – bulan berikutnya sesaknya akan lebih parah dari sesakku. Sesakku menjadi sesalya kemudian……

Tuhan…….Aku bukan mendo’akan yang tidak baik terhadapnya, tapi lebih mengingatkan jangan meremahkan karmamu, aku percaya waktu dapat berputar kapan saja, waktu dapat menghentikan siapa dan kapan saja. Begitupun karma dapat menghancurkan siapa saja.

Aku percaya selepas masalah yang tak berujung ini, akan ada buah kebahagiaan yang manis. Amiin O:) 

Sayang…..
Terimakasih telah mengenalkanku arti sebuah kesabaran……..
Terimakasih telah membuatku tersadar bahwa cinta tak selamanya indah. Bahwa cinta bukan satu – satunya yang harus ku dapatkan dari seseorang……
Terimakasih telah mengajarkanku arti pentingnya kenyamanan :).
Silahkan berbahagia dengan yang lain, kelak kau akan sadar juga bahagianya bersamaku :).

Aku pergi membawa sisa harapan ini …………:)

Aku berharap kamu akan kembali kepelukanku dan menjadi seorang yang memperlakukanku dengan penuh kelembutan seperti dulu lagi. Amin(:

 *Sekedar Curhatan*
*Dari seorang yang merindukan kelembutanmu*

Cinta Dan Kebodohan



Aku tidak peduli pada cemoohan teman – temanku tentangmu. Tak ingin tahu penilaian mereka tentang kekuranganmu. Mereka bilang kamu  pemarah, cuek, egois , senang berbicara kasar, dan seorang yang sangat pengecut. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu disegala sisi itu, kamu sempurna di mataku, kesempurnaan itu hanya  ku rasa saat kita bersama :)

Aku tidak peduli pada perkataan teman – temanku bahwa kita tak akan pernah bersama, kita tak akan pernah bersatu. Aku hanya bisa menjawab semua itu dengan senyuman kecil dan berkata “Mungkin nanti akan indah pada waktunya, biarkan kami yang menjalani ini semua, kami yang tahu yang terjadi selama ini, kalian hanya penonton setiaku saja”.  Dan ketika aku berkata seperti itu, teman - temanku hanya menggelengkan kepalanya, seakan melihat seorang temannya  yang bernasib paling buruk didunia ini. Aku sungguh tidak merasakan keburukan itu, bersamamu aku hanya merasakan kebahagiaan, kebahagiaan yang tak akan pernah dipahami oleh teman – temanku. 

Aku tidak peduli dengan hubungan kita yang semakin lama makin tak jelas ini, makin sering bertengkar, dan makin sulit untuk ku pahami. Kita sering bersama tapi seakan semakin berjarak. Aku tahu ini semua kesalahan ku, kesalahan masalalu ku. Aku tahu kesalahanku yang membuat perubahan sikapmu, dan aku tahu karena kesalahanku juga yang membuat jemari tanganmu malas menjawab semua pesan singkatku, mungkin hanya terhitung beberapa karakter saja :(.

Awalnya, aku kira kita akan berlanjut dan tak punya akhir. Aku kira kita akan berjalan beriringan sampai dipelaminan :(.

Dan awalnya, aku tidak peduli pada cemoohan negatif teman – temanku, pada status kita yang semakin hari makin berjarak, dan pada perubahan sikapmu yang semakin jauh dan smakin sulit untuk ku temukan lagi. Aku hanya peduli pada keyakinanku bahwa kamulah yang terbaik. :')

Kini, Aku menyesali kebodohanku karena tidak mendengarkan nasehat teman – temanku. Aku menyesal mengabaikan mereka yang peduli terhadapku, dan mempedulikanmu yang jelas – jelas mengabaikanku. :(

Sayang....dua tahun kamu mengurungku dalam hubungan yang ku pikir ini cinta, dua tahun kita bersama. Terima kasih untuk dua tahun yang berkesan, menyenangkan, sekaligus menciptakan ketakutan. Terima kasih untuk peluk dan kenangan yang sempat membuatku percaya bahwa ini semua cinta sejati. Terima kasih pernah membuatku tertawa walau sesaat. Terima kasih untuk segala hal yang bisa membuatku cukup bahagia. :* I LOVE YOU

Sekarang, biarkan aku pergi tanpa penjelasanmu, biarkan aku pergi dengan semua kesalahanku. Air mataku cukup sampai disini, tangisku harus reda sekarang, dan ijinkan aku memulai hidupku yang baru tanpa jeratanmu. Ini akhir perjuanganku, ini akhir kisah kita.

Tapi ingat satu hal, seseorang yang kamu abaikan dialah orang yang sangat kamu butuhkan. Suatu saat kamu akan merasakan kebodohan sama seperti yang aku lakukan ini. Kamu akan peduli dengan orang yang tidak mempedulikanmu lagi, dan kamu akan merasakan cemoohan teman – temanmu. PASTI !!!!

*Sekedar Curhatan* dari seseorang yang sangat egois mencintaimu.
Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein