Sayang…..
maafkan segala sikapku yang terlihat sangat labil, yang memiliki mood berubah –
ubah setiap hari. Ketahuilah, dibalik sikapku yang aneh ini, aku sangat
menyayangimu.
Aku
memiliki rasa takut yang mungkin hanya dirasakan oleh ku sendiri. Aku takut
jika perpisahan pada akhirnya menjadi pilihan kita. Ketakutanku semakin lengkap
jika kita mulai membicarakan masalah jarak. Aku takut pada
cerita akhir kita yang penuh teka-teki. Aku bahkan tak berani membayangkan jika
pada akhirnya semua (terpaksa) berakhir tanpa keinginanku dan keinginanmu. :(
Sejauh ini, kita memang terus berjuang dan melewati yang memang
tak pernah kita minta untuk terjadi. Seperti takdir, dia datang bagai pencuri,
tanpa laporan dan ucapan permisi— datang menghampiri. Ini bukan salahku,
juga bukan salahmu. Aku dan kamu sudah tahu yang harus kita hadapi, lalu
pantaskah mengeluh? Tidak. Sejauh ini perjuangan kita memang tidak sia-sia,
belum sia-sia (lebih tepatnya). Manusiawi jika manusia punya rasa tak yakin,
karena seluruh yang terjadi di kolong langit ini memang penuh ketidakpastian.
Maafkan sikapku yang aneh sayang :)
Maafkan sikapku yang menurutmu aku
tidak pernah bisa berterimakasih padamu :)
Ketahuilah, Sebenarnya cinta ini
sangat tulus. Sungguh. Tak ada penuntutan yang aku lakukan, aku juga tak mengganggumu,
dan aku tak menuntut kemewahan. Hanya saja jalan pikiran dan mimpi kita yang
berbeda. Kukira,
percakapan tentang hal itu adalah hal yang spesial bagi hubungan kita. Namun,
aku salah menafsirkannya.
Sudahlah,
aku sudah malas membahas semuanya. aku pergi…..
Dibalik
rasa ketakutanku, aku memiliki banyak mimpi yang indah bersamamu. Namun kini
semuanya menjadi buram dan hitam. -____-
#SekedarCurhatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar