Ini
kisah kita yang hanya bisa sebatas mengagumi.
Silahkan
dibaca Ay, bekal untuk senyum senyum kecil saja. J
Saat itu aku ditugaskan mengikuti
pelatihan disalah satu hotel yang berada di kota tangerang, kebetulan kamu pun
dapat tugas yang sama denganku. Awalnya kita tidak saling mengenal.
Perkenalan kita sangat instan. Sekitar
jam 9 malam, aku duduk di lobi hotel, kemudian ada tiga orang pria yang ikut
bergabung berbincang denganku, salah satu pria itu adalah kamu. Kamu baik,
humoris dan manis. Ketika
berkenalan denganmu, aku tak minta banyak hal selain pertemanan. Tapi, saat
kamu menawarkan tumpangan pulang bareng bersama kalian bertiga, saat kamu
menunjukkan rasa pedulimu terhadapku, aku mulai mengagumimu.
Beberapa jam kemudian.......
Tibalah dikota serang, kita mampir di salah satu Mall
yang berada di kota serang, mampir sebentar hanya membeli Mocco Donut’s untuk
oleh-oleh. Setelah itu kita meluncur lagi dan beristirhat sejenak di J.co Donut’s,
masih di kota serang. Aku memesan Yougert dan duduk disampingmu, sedangkan
kedua pria baik hati masih memesan Donut’s di kasir. Kalo boleh jujur
sebenarnya aku pengen selfie bareng bersama denganmu, aku mengeluarkan
handphonku dan berselfie bersama yougert pesenanku tadi, beruntung sekali kamu
menengok ke arahku sambil sedikit tersenyum. Jadi aku tidak usah repot repot
bicara kalo aku ingin selfie bersamamu. Hehe
Singkat cerita, beberapa jam kemudian tibalah dikota
Rangkasbitung. Terimakasih pria pria yang baik hati sudah mengantarkanku pulang
dengan ditemani tawa canda kalian. Sampai bertemu dilain waktu.
Ahh tidak
terlalu penting kisah perkenalan kita yang aku ceritakan panjang lebar ini.
Next.......
Beberapa minggu kemudian.
Semua begitu berbeda. Entah mengapa meskipun aku belum
benar-benar mengenalmu, sudah lahir saja rindu yang sulit kuatasi. Aku
mencari-cari kamu dengan menggunakan media sosial apapun. Aku mengharapkan
beritamu mampir walaupun sekadar cerita semata. Aku melirik ke belakang,
melihat dan mengingat apa saja yang kamu lakukan. Aku ingat ketika kamu
memerhatikanku dengan baik dan peduli. Aku merekam segala rasa cemasmu ketika aku datang
ke tempat hotel itu sendirian dan akan pulang sendirian. Aku masih mengingat
segala kebaikanmu. Dan satu hal lagi yang masih aku ingat, kamu selalu
tersenyum ke arahku dengan begitu manisnya.
Mungkinkah kamu punya rindu sedalam dan seluas yang ku
simpan ? mungkinkah kamu akan menghubungiku lagi ? Mungkin iya dan mungkin
tidak. “aku hanya bisa berbicara dalam
diam”.
Sekitar satu bulan entah dua bulan....
Kamu hadir dan menyapaku di media sosial. Duh rasa
senang yang tidak bisa digambarkan saat membaca chat kamu. Aku langsung
membalasnya, seakan aku mau bercerita banyak denganmu, mengutarakan rasa rindu
yang sudah tak terbendung ini.
Dan aku mulai kepo, dengan wall mediasosialmu. Perasaanku
langsung down saat mengetahui segalanya, kamu sudah milik orang lain. Entahlah
aku harus menyesal, marah, berteriak, atau bagaimana ?! aku sediih, kecewa. Meskipun
kita belum terikat status dan kejelasan, tapi kejadian ini cukup membuatku
sakit.
Di lain hari, kamu menghubungiku kembali, ada
kejujuran didalam isi chat kali ini, “kamu
menyukaiku dan aku menyukaimu”. Kita hanya bisa sebatas mengagumi J
Berbahagialah kamu bersama wanita itu, wanita yang
sudah lama bersamamu, wanita yang selalu setia mendampingimu. Sejatinya, cinta
adalah ikhlas melihat orang yang aku cintai bahagia meskipun bukan bersamaku.
Aku tak bisa berbuat banyak selain membantumu dalam do’a.
Semoga kamu selalu tersenyum. Dan aku sahabat media sosialmu yang selalu
membuatmu tersenyum.
*Good Night orang yang request kisah ini diabadikan, semoga besok kamu membacanya. J
sedih bacanyaaa :)
BalasHapusTerimakasih kak sudah mampir diblogku. :)
Hapussemoga tidak pernah mengalami hal seperti ini :)
pasti orang tersebut masih merindukannya..ko aku yakin
BalasHapusdan maap pasti suatu hari kamu pasti ketemu...percaya itu.
BalasHapus