evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Rabu, 24 Februari 2016

Sebatas Saling Mengagumi :)

Ini kisah kita yang hanya bisa sebatas mengagumi.
Silahkan dibaca Ay, bekal untuk senyum senyum kecil saja. J

Saat itu aku ditugaskan mengikuti pelatihan disalah satu hotel yang berada di kota tangerang, kebetulan kamu pun dapat tugas yang sama denganku. Awalnya kita tidak saling mengenal.

Perkenalan kita sangat instan. Sekitar jam 9 malam, aku duduk di lobi hotel, kemudian ada tiga orang pria yang ikut bergabung berbincang denganku, salah satu pria itu adalah kamu. Kamu baik, humoris dan manis. Ketika berkenalan denganmu, aku tak minta banyak hal selain pertemanan. Tapi, saat kamu menawarkan tumpangan pulang bareng bersama kalian bertiga, saat kamu menunjukkan rasa pedulimu terhadapku, aku mulai mengagumimu. 

Setelah 2 hari berada dihotel ini, saatnya check out. Aku menumpang pulang bareng bersama kalian bertiga, “ya bersama pria pria baik hati saat berkenalan dilobi hotel malam kemarin”. Disepanjang jalan, kalian memang humoris, dan sesekali mengajakku bercanda, aku hanya bisa diam dan tersenyum “Malu”. Sampai akhirnya aku tidak kuat menahan batuk hingga tersedak, dan kamulah orang yang pertama memberikanku minum sambil berkata “minum bu minum, makanya ngobrol bu jangan diam aja”. Duh lagi lagi kamu membuatku kagum akan perhatian dan rasa pedulimu. hingga aku merasa nyaman jika berada di dekatmu. Jika perasaan itu makin tumbuh, salahkah aku?

Beberapa jam kemudian.......
Tibalah dikota serang, kita mampir di salah satu Mall yang berada di kota serang, mampir sebentar hanya membeli Mocco Donut’s untuk oleh-oleh. Setelah itu kita meluncur lagi dan beristirhat sejenak di J.co Donut’s, masih di kota serang. Aku memesan Yougert dan duduk disampingmu, sedangkan kedua pria baik hati masih memesan Donut’s di kasir. Kalo boleh jujur sebenarnya aku pengen selfie bareng bersama denganmu, aku mengeluarkan handphonku dan berselfie bersama yougert pesenanku tadi, beruntung sekali kamu menengok ke arahku sambil sedikit tersenyum. Jadi aku tidak usah repot repot bicara kalo aku ingin selfie bersamamu. Hehe

Singkat cerita, beberapa jam kemudian tibalah dikota Rangkasbitung. Terimakasih pria pria yang baik hati sudah mengantarkanku pulang dengan ditemani tawa canda kalian. Sampai bertemu dilain waktu.

Ahh tidak terlalu penting kisah perkenalan kita yang aku ceritakan panjang lebar ini.

Next.......

Beberapa minggu kemudian.
Semua begitu berbeda. Entah mengapa meskipun aku belum benar-benar mengenalmu, sudah lahir saja rindu yang sulit kuatasi. Aku mencari-cari kamu dengan menggunakan media sosial apapun. Aku mengharapkan beritamu mampir walaupun sekadar cerita semata. Aku melirik ke belakang, melihat dan mengingat apa saja yang kamu lakukan. Aku ingat ketika kamu memerhatikanku dengan baik dan peduli.  Aku merekam segala rasa cemasmu ketika aku datang ke tempat hotel itu sendirian dan akan pulang sendirian. Aku masih mengingat segala kebaikanmu. Dan satu hal lagi yang masih aku ingat, kamu selalu tersenyum ke arahku dengan begitu manisnya.

Mungkinkah kamu punya rindu sedalam dan seluas yang ku simpan ? mungkinkah kamu akan menghubungiku lagi ? Mungkin iya dan mungkin tidak. “aku hanya bisa berbicara dalam diam”.

Sekitar satu bulan entah dua bulan....
Kamu hadir dan menyapaku di media sosial. Duh rasa senang yang tidak bisa digambarkan saat membaca chat kamu. Aku langsung membalasnya, seakan aku mau bercerita banyak denganmu, mengutarakan rasa rindu yang sudah tak terbendung ini.

Dan aku mulai kepo, dengan wall mediasosialmu. Perasaanku langsung down saat mengetahui segalanya, kamu sudah milik orang lain. Entahlah aku harus menyesal, marah, berteriak, atau bagaimana ?! aku sediih, kecewa. Meskipun kita belum terikat status dan kejelasan, tapi kejadian ini cukup membuatku sakit.

Di lain hari, kamu menghubungiku kembali, ada kejujuran didalam isi chat kali ini, “kamu menyukaiku dan aku menyukaimu”. Kita hanya bisa sebatas mengagumi J
Berbahagialah kamu bersama wanita itu, wanita yang sudah lama bersamamu, wanita yang selalu setia mendampingimu. Sejatinya, cinta adalah ikhlas melihat orang yang aku cintai bahagia meskipun bukan bersamaku.
Aku tak bisa berbuat banyak selain membantumu dalam do’a. Semoga kamu selalu tersenyum. Dan aku sahabat media sosialmu yang selalu membuatmu tersenyum.



*Good Night orang yang request kisah ini diabadikan, semoga besok kamu membacanya.
J

4 komentar:

  1. Balasan
    1. Terimakasih kak sudah mampir diblogku. :)
      semoga tidak pernah mengalami hal seperti ini :)

      Hapus
  2. pasti orang tersebut masih merindukannya..ko aku yakin

    BalasHapus
  3. dan maap pasti suatu hari kamu pasti ketemu...percaya itu.

    BalasHapus

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein