Malam ini, aku menatap langit, hanya
ada satu bintang yang terlihat diatas sana, dengan
tatapan kosong aku membayangkan dirimu disana, iya kamu, seseorang yang
masih selalu aku rindukan. “kamu sedang apa ? ”. Andai kamu juga melihat
bintang itu yang begitu indah, tataplah sejenak saja, aku akan mengirimkan
sejuta kerinduanku lewat cahaya bintang itu kedalam tatapanmu agar kamu
merasakannya sampai ke lerung jiwa.
Wahai yang disana….. (YaRab)
Yang sedang melihatku penuh kesedihan
dan kerinduan. Aku tidak akan memintamu agar dia menjadi milikku. Aku merasa
tidak adil berbuat itu, sementara diluar sana (begitu) banyak perempuan –
perempuan yang sangat baik dan sholehah ciptaanmu.
Hanya satu hal harapanku untuknya,
yang ingin selalu aku pintakan Pada-Mu yang juga harus (Engkau) kabulkan. Yakinkanlah
hatinya dengan ketentuan-Mu. Agar dia bisa sedikit menghargai perasaan
perempuan yang mencintainya dengan tulus (Siapapun itu). Bahagiakanlah dia dengan
perempuan terbaikmu (YaRab).
Dan satu hal untukku, aku ingin
terlihat (seperti sangat) kuat dan tegar dihadapannya. Aku tidak ingin terlihat
menangisi kepergiannya, walaupun hatiku (benar telah seperti) hancur bagai debu
yang paling halus.
Tolong juga ijinkan aku,
Dengan waktu yang mungkin masih ada
tersisa, untuk tetap bisa memberikan segala yang terbaik yang aku bisa, untuk
tetap bisa mengukir seuntai senyuman yang selama ini membuatku bahagia, dan
kembalikanlah senyum ceriaku walau tanpanya.
Wahai Sang Pencipta….
Jadikanlah aku.. Jadikanlah aku
sebagian dari sifat-Mu itu. aku juga tidak ingin sesalkan, atas segala apa yang
telah aku lakukan selama bersamanya.
Hatiku benar-benar sangat lemah,
sangat lemah.
ingin rasanya aku untuk sedikit
memaksa kepadanya,
“Tolong jangan tinggalkan aku dalam
keadaan sedang cinta-cintanya. Aku mohon tetaplah bersamaku disini. Aku yang
selalu menantimu walau tanpa kepastian. Hanya untuk cinta yang selama ini telah
kita jalani..
Kumohon.. Tetaplah bersamaku
Kurasa itu semua tidak mungkin lagi
aku lakukan, hatimu sudah terlalu penuh dengan rasa “keraguan” yang tak begitu
jelas.
Pergilah..
Pergilah..
Pergilah tanpaku… Bawalah semua cintaku yang kau balas dengan sejuta keraguan. L
Pergilah..
Pergilah tanpaku… Bawalah semua cintaku yang kau balas dengan sejuta keraguan. L
Wahai sang pencipta (YaRab)……..
, Aku mohon jangan sisakan lagi perasaan ini.
, Kikis semua Rasa sayang dan Kasihku terhadapnya.
Dan aku mohon hapuskanlah rasa dendam dan sakit hati untukku, dan
untuknya. Karena aku tak ingin rasa indah tentang kami hanya akan tinggal
menyiksa dihatiku dan dihatinya.
Dia kekasihku yang luar biasa. (sempat menjadi kekasihku yang luar
biasa)
#Jadikanlah semua itu kenangan masa lalu yang pantas untuk
disimpan. Diingat untuk renungan sambil tersenyum dihari tua kita nanti.. J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar