Dahulu
kala ada seorang nenek tua menyebarkan gosip bahwa tetangganya seorang pencuri.
Akibatnya pemuda itu ditangkap.
Beberapa
hari kemudian, ia terbukti tidak bersalah. Kemudian setelah dibebaskan ia
menggugat nenek tua itu karna salah menuduhnya.
Dipengadilan
nenek tua itu memberitahu hakim, ia berkata “Itu hanya sebuah ucapan dan tidak
menyakiti siapapun”.
Para
hakim berkata : “Tulis semua hal yang kamu katakan tentang dia diselembar
kertas, gunting kertas itu dan lemparkan dijendela mobilmu saat perjalanan
pulang”. Besok kembali kesini untuk mendengar keputusan.
Keesokan
harinya....
Hakim
berkata, “sebelum menerima hukuman, aku ingin kamu pergi keluar dan
mengumpulkan semua potongan kertas itu".
Nenek tua itu berkata, “aku tidak
mungkin melakukannya! angin menyebarnya keberbagai tempat dan aku tidak tahu dimana
menemukannya.”
Lalu
hakim menjawab, “Dengan cara yang sama! Perkataan dapat menghancurkan
kehormatan seseorang sehingga tidak akan dapat memperbaikinya.”
Jika
kamu tidak dapat berkata tentang kebaikan seseorang, maka diamlah. Mari menjadi
tuan dari mulut kita, bukan menjadi budak dari ucapan kita.
Penyebar
gosip lebih buruk daripada pencuri, karena mereka mencuri martabat, kehormatan,
dan kredibilitas orang lain.
Saat
kakimu tergelincir, maka kamu masih bisa memulihkan keseimbanganmu...
Tapi
saat lidahmu tergelincir, kamu tidak mampu memulihkan kata katamu.
#ERABARUnet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar