evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Minggu, 15 Oktober 2017

Bangkit, Lihat Dan Syukuri Apa Yang Masih Ada :)

Aku tau..

ketika aku merasa banyak orang yang akan jatuh cinta padaku dan mencintaiku, saat itu aku tidak akan menyadari bahwa aku akan dibutakan oleh semua itu.
Aku tidak akan menyadari saat seseorang yang dengan tulusnya mencintaiku telah aku sia-siakan.
Aku tidak akan tau bagaimana orang itu dengan hatinya yang ikhlas
menerima segala perlakuanku, sikap dinginku, ketidak perdulianku bahkan (mungkin) pengkhianatan yang telah aku lakukan padanya.
Aku  tidak akan menyadari kalau aku telah menyianyiakan cintanya karena pikiranku yang mengatakan bahwa aku sudah mendapatkan yang jauh lebih baik dari dia.. bahwa dia bukanlah segala-galanya buatku dan tak akan pernah berarti apa-apa.. (Astagfirullah L)
Aku tidak akan menyadari kalau aku telah menyia – nyiakan cintanya karena aku pun begitu sibuk memperhatikan orang yang sangat aku cintai..
Aku tak akan menyadari kasih sayangnya yang tulus kepadaku.
Aku tak akan menyadari cintanya yang mencintaiku begitu sederhana..namun sempurna.
Aku lupa bukan kesenangan yang aku cari dalam hidupku
Aku lupa bukanlah ketampanan, keindahan yang aku butuhkan untuk melengkapi hidupku.. tapi seseorang yang memiliki hati bersih dan tulus yang menerima segala kelebihan dan kekuranganku, yang tidak menuntutku untuk menjadi seseorang yang bukan diriku, yang tak pernah meminta imbalan apapun, kecuali berharap aku mencintai dia setulus hatiku. Berharap aku mampu menyadari bahwa cintanya berharga. TAPI aku melupakan segalanya itu karena aku tertutupi oleh seseorang yang begitu aku sayang, oleh seseorang yang sangat aku dambakan untuk menjadi pendamping hidupku, iya seseorang yang mengabaikan segala ketulusanku, ketakutanku akan kehilangngannya, seseorang yang tidak memperdulikan rasa cemburuku, dan bahkan tidak memperdulikan perasaanku. .:(

Lalu ketika aku tengah dalam keterpurukan, berada dalam kesendirian dan kesepian ditengah kehidupanku.. aku tidak memiliki siapa-siapa. Ketika aku menginginkan ada ketulusan yang diberikan seseorang padaku, orang yang aku harapkan menjauh dan tak bisa memberikan ketulusan yang aku harapkan. orang yang aku harapkan malah
pergi meninggalkanku disaat aku membutuhkannya dan aku sangat kecewa.
Lalu aku teringat padanya, pada seseorang yang pernah mencintaiku dengan hatinya yang tulus seperti yang aku harapkan saat ini.
Lalu aku teringat lagi segala perlakuanku padanya. Aku teringat lagi segala perlakuanku yang tak pantas padanya.
Bagaimana aku menyia-nyiakan hidupnya, waktunya dan cintanya.
Bagaimana aku membuatnya jatuh didalam kekecewaan dan kesedihan.
Bagaimana aku mendera hatinya yang tulus mencintaiku dengan luka-luka.
Tiba-tiba aku sangat merindukannya, menginginkan dia ada disampingku, menemaniku melewati keterpurukanku.
Aku  merindukan segala kesabaran yang dia berikan padaku.
Aku merindukan saat dia berusaha membuatku tertawa (walau tak pernah aku hargai usahanya).
Aku merindukan perhatian yang selalu ia berikan padaku (Walau selalu aku abaikan).
Aku merindukan dia yang selalu menantikanku.
Aku merindukan dia yang selalu memujaku.
Aku merindukan kasih sayangnya bahkan aku sangat ingin memiliki kasih sayangnya kembali.
Aku sangat sangat ingin memeluknya dengan erat, mendekap dirinya, segala ketulusan yang ada pada dirinya yang tak akan pernah lagi aku temukan dalam diri orang lain yang pernah dekat dalam hidupku.

Saat ini, aku menyadari dia yang telah aku sia-siakan itu adalah sosok yang kuat, yang selalu berjuang untuk ku, cintanya yang mampu menanggung kesedihan dan beban yang aku berikan padanya.
Yang tidak pernah meninggalkanku walaupun saat itu dia punya seribu alasan untuk meninggalkanku.
Yang tidak pernah meninggalkanku yang seringkali menyakitinya.
Yang selalu menjagaku agar tak tersakiti sedikitpun, walaupun sering aku abaikan .:(
Yang selalu memperhatikanku, walau sering aku abaikan .:(
Yang dengan beraninya tetap mencintaiku meski aku yang selalu membuatnya sedih dengan segala sikap dan perbuatanku. Subhanallah .:(

Sosok yang menerima segala kekurangan dan keegoisanku dengan
hatinya yang terluka.
Sosok yang menerima segala perlakuanku yang acuh tak acuh terhadap perasaannya dengan kesabarannya.
Sosok yang memberiku cinta, senyum, rasa bangga, hingga air matanya yang mengalir.. Semua hanya karena diriku. .:(
Sosok yang tetap setia padaku yang sering membiarkan dia kesepian.
Sosok yang tetap menginginkanku, Membutuhkanku meski aku yang tidak pernah hadir untuknya. .:(

Terimakasih untuk seseorang yang pernah aku sayangi begitu tulus .:)
Saat ini aku tersadar………….
Aku terlalu sibuk mencintai seseorang yang tidak mencintaiku,
Aku terlalu menginginkan seseorang yang tidak menginginkanku.

Untuk seseorang yang selalu aku abaikan L
Maafkan aku…………
Aku pacaran dengan orang lain selama bertahun – tahun, tapi kamu masih menungguku, menghilang beberapa tahun karna selalu aku abaikan selalu dan selalu (namun selalu ngepoin semua sosial mediaku dengan diam). Disaat aku terpuruk, kamulah orang yang pertama menghubungiku, memberikan support padaku. Memintaku kesempatan untuk membahagiakanku. Subhanallah J
Terimakasih masih menyayangiku dengan begitu tulusnya. Terimakasih masih menungguku selama itu. I LOVE YOU

Terimakan ya rab, aku tidak meminta dia menjadi jodohku, tapi jika dia yang terbaik untukku, akan aku terima dia sebaik - baik aku menerimanya J

.........Ingat guys……..
Mencintai orang yang benar-benar tulus mencintai kita itu lebih mudah dibandingkan membuat orang lain mencintai kita dengan ketulusan.
Benar memang cinta tidak bisa dipaksakan namun kita perlu tahu bahwa memaksakan diri kita belajar mencintai seseorang yang sudah tulus mencintai kita, itu lebih gampang dari pada mencintai seseorang yang baru untuk tulus mencintai diri kita.

Ayo belajar menerima. Jaga apa yang masih ada dan ikhlaskan yang sudah pergi. Karna kita tidak akan pernah bisa mendapatkan apa yang membuat kita bahagia, kalo kita masih terperangkap dengan masalalu. J
SELAMAT TINGGAL MASALALU DAN SELAMAT DATANG HARI YANG BARU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein