Selalu
saja posisi ini hadir, entah karena sebab apa. Aku pun tak tahu dan harus
bagamaina aku menghadapinya L
“Diam”
Iya hanya itu.
Seakan
ada suatu pertengkaran hebat yang memisahkan, tapi nyatanya tak pernah terjadi
apa-apa. J
Kadang
aku bingung dengan keadaan
Bosankah
denganku ?
Apa
mungkin terlalu sibuk ?
Hingga
seakan hilang begitu saja L
Tanpa
pamit…
Tanpa
kabar…
Entahlah,
Lalu
apa yang harus aku lakukan L
Tetap
dalam situasi seperti ini ?
Sampai
kapan ?
Apakah
selamanya ? Tentu aku tak ingin !
Kenapa
terkesan aku yang tidak tenang menunggunya, sedangkan dia seolah diam dan acuh.
Apa mungkin ini hanya perasaanku saja. J
Jujur
aku iri dengan mereka disana. Yang bisa dekat, yang masih bisa lancar dalam
berkomunikasi, yang romantis di tengah kesibukannya meski hanya lewat sebuah
tulisan.
Lalu
aku ? J
Aku
dengan siapa ? Seharusnya denganmu !
“Ya
baiklah“….Aku tahu kesibukanmu, aku mencoba mengerti serta memahami. Tapi apa
tidak ada sedetik saja waktumu hanya untuk sekedar menyapaku ? satu kata saja,
apa sudah tidak ada ?
Oke
aku tahu kamu sangat sibuk J
Aku diam karena aku menanti… L
Apa
masih tersisa kepedulian untukku ? Rasanya terlalu lama aku sudah diam dan
menunggu. Hari-hariku masih untuk menunggumu. Terkadang aku ingin meluapkan
emosi dengan kemarahan. Tapi aku masih ingat, aku masih sadar, aku tidak harus
seperti itu, aku tidak diajarkan untuk banyak menuntut, tapi aku diajarkan
untuk memahami keadaan, dan untuk lebih memiliki rasa pengertian. J
Lalu sampai kapan kamu mau diam ?? Apa
harus selalu aku dulu yang memulai percakapan ??
Disaat
mereka sangat membanggakan pasangan mereka masing-masing J
Aku
dengan siapa ? Padahal aku memiliki kamu. Apa
sudah cukup waktuku untuk menunggumu ? Apa
kamu sudah tidak ingin dinanti olehku ?
Ahhhh...
Aku
tak tahu
Karena
kamu tidak pernah berbicara.
Ketika
rindu datang. Aku ingin berteriak. Aku ingin memarahimu. Apa kamu tidak pernah merasa rindu padaku ?
Ketika aku sangat membanggakanmu di
depan teman-temanku. Apa kamu malu memiliki aku ?
Terkadang
aku menangis jika mengingatmu
Sebelumnya kamu selalu menyempatkan
untuk menyapaku J
Namun
kini ketika kita mulai lebih dekat kamu mulai menghilang
Tanpa
mengabariku
Tanpa
menyapaku
Dan terkesan cuek
Dan terkesan cuek
Ya
sudah tak apa
Aku
tahu kamu sibuk
Dan
aku harus bersikap lebih dewasa dengan tidak merengek mengemis perhatian darimu.
Aku harus bisa mandiri, menjalani hari ini dengan sendiri, paling tidak aku
sudah mau menyapamu meski tak ada balasan darimu, meski kamu diam, dan
setidaknya aku masih setia menunggu. Menepati ucapan yang pernah aku setujui.
Sampaikan
padanya aku sudah biasa di diamkan berjam jam J.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar