Tuhan… selamat malam.
Aku tahu engkau tak pernah sibuk, aku
tahu engkau selalu mendengar isi hatiku, dan aku tahu engkau selalu mendengar
do’aku.
Tuhan…..
Aku ingin bercerita, masih tentang hal
yang sama. Tentang dia. Seseorang yang selalu aku perbincangkan sangat lama
denganMu. Sampai saat ini aku masih belum bisa melupakannya, tak bisa
dipungkiri sungguh aku sangat menyayanginya dengan tulus, tapi apalah daya
waktu memputarbalikan segalanya yang sempat indah.
Kenapa harus ada perpisahan setelah
kebahagiaan ?? kadang aku masih belum bisa menerima dan sulit memahami segala
rencana indahmu tuhan. Aku sulit
memahami kenyataan bahwa dia tak lagi ada dalam semestaku, aku semakin tak bisa
menerima keadaan yang semakin menyudutkanku. Semua kenangan bergantian melewati
otakku, dan terus bergentayangan hadir dalam hari hariku, bagai arwah penasaran
seperti difilm – film horror. Dan, aku baru sadar, ternyata aku dan dia dulu
begitu manis, begitu mengagumkan, begitu sulit untuk dilupakan.
Tuhan….
Maafkan aku, dulu dalam setiap do’aku,
aku hanya meminta dia yang menjadi jodohku, selalu menemani hari hariku, dan
menjadi kebahagiaanku.
Tuhan….
Terimakasih engkau telah memberikanku
kesempatan merasakan cinta bersama orang yang selalu aku sebut dalam setiap
do’aku (seseorang yang selalu aku minta
untuk menjadi jodohku). Tapi kini
dia tidak lagi menjadi bintang dalam hidupku. Dia sudah jauh berubah, dia sudah
tak memiliki rasa cinta yang sama denganku, begitupun denganku aku tak ingin
menikmati rasa cinta ini sendirian, rasa cinta yang berubah menjadi sangat
menyakitkan untukku. Sekarang aku ingin
mengembalikan rasa cinta ini kembali kepadamu. Akan aku kembalikan segalanya
kepadamu. J
Aku tahu, dia bukan untukku, dan dia
bukan jodohku J
Tapi….
Jika dia bukan jodohku, mengapa sampai
saat ini dia tidak menjauh ? mengapa kami masih diberi ijin menjalin sesuatu
yang tak tahu harus disebut apa, yang jelas masih ada rasa nyaman ketika kami
kembali berdekatan.
Jika bukan jodoh, mengapa selalu ada
kebetulan yang menakjubkan diantara kami ?! mengapa ? -___-
Tuhan…
Cukup... aku sudah tidak ingin menaruh
harap lagi kepadanya. Pudarkanlah rasa
sayang yang berlebih ini. Sisakan rasa sayang untuk jodohku yang sesungguhnya.
Maafkan aku tuhan….
Terimakasih selalu mengabulkan do’aku.
O:)
teteh rajin baik hati pinter pula...bikin kagum..salam pangwanoh
BalasHapus