evasrimayanti.blogspot.com :) It Is About Life...I Write What I like...No Judge

Selasa, 05 April 2016

Tentang Hal Yang Sama "Dia"

Tuhan… selamat malam.

Aku tahu engkau tak pernah sibuk, aku tahu engkau selalu mendengar isi hatiku, dan aku tahu engkau selalu mendengar do’aku.

Tuhan…..
Aku ingin bercerita, masih tentang hal yang sama. Tentang dia. Seseorang yang selalu aku perbincangkan sangat lama denganMu. Sampai saat ini aku masih belum bisa melupakannya, tak bisa dipungkiri sungguh aku sangat menyayanginya dengan tulus, tapi apalah daya waktu memputarbalikan segalanya yang sempat indah.
Kenapa harus ada perpisahan setelah kebahagiaan ?? kadang aku masih belum bisa menerima dan sulit memahami segala rencana indahmu tuhan. Aku sulit memahami kenyataan bahwa dia tak lagi ada dalam semestaku, aku semakin tak bisa menerima keadaan yang semakin menyudutkanku. Semua kenangan bergantian melewati otakku, dan terus bergentayangan hadir dalam hari hariku, bagai arwah penasaran seperti difilm – film horror. Dan, aku baru sadar, ternyata aku dan dia dulu begitu manis, begitu mengagumkan, begitu sulit untuk dilupakan.

Tuhan….
Maafkan aku, dulu dalam setiap do’aku, aku hanya meminta dia yang menjadi jodohku, selalu menemani hari hariku, dan menjadi kebahagiaanku.

Tuhan….
Terimakasih engkau telah memberikanku kesempatan merasakan cinta bersama orang yang selalu aku sebut dalam setiap do’aku (seseorang yang selalu aku minta untuk menjadi jodohku). Tapi  kini dia tidak lagi menjadi bintang dalam hidupku. Dia sudah jauh berubah, dia sudah tak memiliki rasa cinta yang sama denganku, begitupun denganku aku tak ingin menikmati rasa cinta ini sendirian, rasa cinta yang berubah menjadi sangat menyakitkan untukku.  Sekarang aku ingin mengembalikan rasa cinta ini kembali kepadamu. Akan aku kembalikan segalanya kepadamu. J

Aku tahu, dia bukan untukku, dan dia bukan jodohku J
Tapi….
Jika dia bukan jodohku, mengapa sampai saat ini dia tidak menjauh ? mengapa kami masih diberi ijin menjalin sesuatu yang tak tahu harus disebut apa, yang jelas masih ada rasa nyaman ketika kami kembali berdekatan.
Jika bukan jodoh, mengapa selalu ada kebetulan yang menakjubkan diantara kami ?! mengapa ? -___-

Tuhan…
Cukup... aku sudah tidak ingin menaruh harap lagi kepadanya.  Pudarkanlah rasa sayang yang berlebih ini. Sisakan rasa sayang untuk jodohku yang sesungguhnya.

Maafkan aku tuhan….

Terimakasih selalu mengabulkan do’aku. O:)



1 komentar:

  1. teteh rajin baik hati pinter pula...bikin kagum..salam pangwanoh

    BalasHapus

Hetalia: Axis Powers - Liechtenstein